Home  / 
Mengikis Kebiasaan Menambah Libur
Jumat, 22 Juni 2018 | 12:44:51
Tahun ini, PNS mendapat libur cukup panjang, sebelum dan sesudah Lebaran. Cuti bersama selama 10 hari, dari 11-20 Juni, tanpa memotong cuti tahunan. Libur ini sebenarnya sudah memadai untuk berkumpul dan rekreasi bersama keluarga serta handai tolan.

Sangat keterlaluan, jika masih ada yang memperpanjang libur, dengan berbagai alasan. Sebab jika macet dijadikan dalih, tahun ini relatif terkendali. Tak ada lagi horor macet hingga berhari-hari, seperti tahun sebelumnya. Artinya, PNS bisa sampai tepat waktu kembali ke rumah tanpa kendala.

Tahun-tahun lalu, masih ada kebiasaan PNS untuk menambah libur. Hal itu terbukti saat dilakukan inspeksi mendadak ke kantor-kantor. Meski rutin dilakukan di hari pertama kerja, masih ada PNS yang tidak kapok untuk mangkir.

Lalu bagaimana tahun ini, kemarin adalah hari pertama masuk kerja. Memang jumlah yang mangkir makin berkurang. Orang yang menambah libur masih tetap ada. Hal ini bakal terulang di tahun depan, jika tak ada tindakan drastis untuk memberi sanksi bagi yang sengaja menambah libur.

Mungkin PNS merasa sorotan kepada mereka yang mangkir, berlebihan. Namun, sorotan tersebut wajar. Sebab PNS adalah abdi negara, yang digaji dengan uang rakyat. Ketidakdisiplinan yang ditunjukkan pada hari pertama kerja, bisa melukai rasa keadilan publik.

Tugas PNS adalah melayani publik. Saat mereka libur, sudah banyak pekerjaan yang terkendala. Harusnya di hari pertama, sudah bergegas melanjutkan pekerjaannya. Sebab libur 10 hari sudah memadai, tanpa potong cuti, bukan seperti karyawan swasta yang diambil dari cuti tahunannya.

Perlu terapi bagi PNS yang biasa menambah libur. Harusnya mereka diberi tindakan yang tegas. Belum pernah ada rilis terbuka, sanksi bagi PNS mangkir. Sidak di hari pertama kerja, seolah rutinitas yang menunjukkan atasan telah berbuat.

Sanksi mesti diperberat, bukan sekadar teguran lisan. Sudah saatnya memberi hukuman lebih berat, seperti penundaan naik pangkat, bahkan mencopot dari posisinya, jika menduduki jabatan tertentu. Kalau ini diterapkan, kebiasaan mangkir PNS bisa dikikis, hingga mendekati nol persen.

Sebaliknya bagi yang disiplin, harus diberi apresiasi. Ini akan memotivasi dan meningkatkan kesadaran PNS sebagai pelayan rakyat. Disiplin memerlukan konsistensi. Tindakan yang hanya sesaat malah akan membuat PNS yang disiplin, berubah menjadi pembangkang. (**)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Selamatkan Industri Pers dan Perbukuan Nasional
1 Bal Ganja Tak Bertuan Ditemukan di Lapas Klas IIB Tanjungbalai
Inas Hanura Tertawa Digugat Kader Gerindra Labuhanbatu Rp 45 Juta
Dukung Prabowo, PPP Muktamar Jakarta Siap Gerakkan Mesin Partai
Diperiksa Bawaslu, Pelapor "Tampang Boyolali" Prabowo Bawa 3 Saksi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU