Home  / 
Jembatan Laumentar Hubungkan Dua Kecamatan di Deliserdang Terlantar
Rabu, 20 Juni 2018 | 12:08:17
SIB/Firdaus Peranginangin
RUSAK DAN TERLANTAR: Jembatan Laumentar yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Deliserdang mengalami kerusakan dan terlantar, sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengangkut hasil-hasil pertaniannya.
Medan (SIB) -Anggota DPRD Sumut Dapil Kabupaten Deliserdang Reki Nelson Barus mengatakan, jembatan Laumentar yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Deliserdang, yakni Kecamatan Kutalimbaru dan Kecamatan Sibolangit dibiarkan terlantar, sehingga masyarakat terpaksa mengangkut hasil-hasil pertaniannya melalui jembatan gantung dengan menggunakan sepeda motor.

 "Semenjak jembatan tersebut terlantar, pasca terjadinya banjir bandang air terjun dua warna pada 15 Mei 2016 lalu,  masyarakat sangat kesulitan mengangkut hasil-hasil pertaniannya. Seperti asam glugur, kopi, coklat dan pisang ke ibukota kecamatan, karena harus melintasi jembatan gantung yang hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua," ujar Reki Nelson Barus kepada wartawan, Selasa (19/6) di Medan melalui telepon.

Dikatakan Reki,  jembatan tersebut terlihat sudah mulai keropos dan berlobang-lobang serta badan jalan sudah ditutupi semak belukar, akibat belum ada perbaikan dari Pemkab Deliserdang, sejak terjadinya peristiwa banjir bandang yang menewaskan puluhan wisatawan asing tersebut.

"Masyarakat sangat berharap, agar jalan dan jembatan yang menghubungkan dua kecamatan ini dapat kembali diperbaiki dan difungsikan, sebab jalan ini termasuk salah satu jalan alternatif, jika terjadi kemacetan atau gangguan lalu lintas jurusan Pancurbatu-Sembahe," ujar politisi Partai Gerindra ini.

Berkaitan dengan itu, anggota Komisi E ini mendesak Pemkab Deliserdang untuk segera memperbaiki jalan dan jembatan penghubung dua kecamatan tersebut, agar masyarakat terbantu dalam mengangkut hasil-hasil pertaniannya sekaligus mengatasi kemacetan lalu-lintas jurusan Pancurbatu-Sembahe yang selama ini sangat rawan kemacetan.

Dari pengakuan Reki Nelson, jembatan Laumentar ini kondisinya semakin hancur dan sudah berlobang-lobang, termasuk posisi jembatan juga sudah tidak sejajar dengan jalan, dikarenakan kondisi jalan tergerus oleh air yang melintasi badan jalan.

"Begitu juga badan jalan arah Kecamatan Kutalimbaru mau pun arah ke Bandarbaru sudah ditutupi semak-belukar, akibat jarang dilintasi warga, karena kondisi jembatan tidak bisa lagi dilalui masyarakat," ujar Reki sembari mendesak Pemkab Deliserdang untuk kembali mengaktifkan jalan dan jembatan alternatif tersebut guna menghindari keterisoliran.

Ditegaskan Reki, saat ini masyarakat di dua kecamatan hanya bisa menggunakan jembatan gantung  Derek yang melintasi Sungai Lau Timus yang hanya bisa dilalui sepeda motor secara antrian, karena sempitnya jembatan yang dibangun sejak zaman Belanda tersebut.(A03/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Mau Rebut Senpi Polisi, Pelaku Curanmor Tewas Ditembak
Berkomplot dengan Napi, Remaja 17 Tahun Selundupkan Ekstasi Asal Perancis
Pengedar Sabu Ditangkap Polisi dari Kamar Kos
Polda Sumut Tangkap Bandar Judi Online
Sergai Miliki 449 PAUD dengan 3.772 Murid
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU