Home  / 
Terkait Sengketa Tanah
Ratusan Warga Pantailabu Nekat Cabut Plang Puskopad
Kamis, 14 Juni 2018 | 10:59:10
SIB/Roni Hutahaean
CABUT PLANG: Ratusan warga Desa Seituan Kecamatan Pantailabu Kabupaten Deliserdang usai mencabut plang milik Puskopad, Rabu (13/6). Warga mengklaim bahwa lahan itu milik mereka.
Pantailabu (SIB)  -Sengketa tanah antara warga Desa Seituan Kecamatan Pantailabu Deliserdang dengan pihak Puskopad TNI  Kodam I/BB kembali memanas. Rabu (13/6), ratusan warga nekat beramai-ramai mencabut paksa plang yang bertuliskan "Tanah ini Milik Puskopad" yang dipasang di lokasi.

Plang yang dicabut itu dibawa langsung ke Kantor Kepala Desa setempat, warga mengklaim Puskopad tidak memiliki hak untuk memasang plang di atas lahan yang sudah digarap warga sejak tahun 1958.

Seorang warga Desa Seituan, Tulus Nainggolan (42) mengatakan, selama ini warga yang mengelola lahan seluas lebih kurang 100 hektar bahkan sudah puluhan tahun dikelola secara turun temurun.

"Sejak kapan pulak milik Puskopad? Warga mengelola sejak jaman Belanda. Tidak pernah melihat Puskopad ada mengelola lahan ini dan saat ini Puskopad tiba-tiba mengklaim lahan yang dikelola warga milik mereka," ucap Nainggolan.

Warga sepakat melakukan perlawanan apabila Puskopad memaksa untuk menguasai lahan pertanian mereka. Warga  mengakui bahwa mereka memang tidak memiliki surat- surat kepemilikan atas lahan tersebut. Namun warga mengklaim sudah mengelola lahan tersebut sejak sebelum Belanda menyerah ke Indonesia, bahkan banyak warga menggantungkan kehidupan di atas lahan pertanian itu.

"Kami berharap agar pemerintah pusat dan daerah dapat menyelesaikannya, karena dikhawatirkan kelak akan menimbulkan konflik yang besar dengan pihak Puskopad yang juga mengklaim lahan tersebut. Sengketa lahan seluas 100 hektar sudah terjadi sejak tahun 2008 lalu," kata pinta Nainggolan.

Kapolsek Beringin AKP Sony SIK saat dikonfirmasi SIB membenarkan adanya pencabutan plang milik Puskopad TNI Kodam I/BB. Namun kata Sony tidak ada konflik atau bentrok antara warga dan TNI AD.

"Iya benar, plang dicabut warga dan diserahkan ke kantor Desa Seituan, warga mengklaim lahan yang dipasang plang itu milik mereka," tegas Kapolsek Beringin, Sony. (C05/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Istana Tepis Prabowo Soal Mark Up LRT: Ada Penghematan Rp13 T
Bawaslu: Ada Patroli 24 Jam Antisipasi "Serangan Fajar" Pilkada
Kemenhub Bagi 5.000 Life Jacket ke Operator Kapal Danau Toba
Tragedi KM Sinar Bangun, Poldasu Tetapkan Empat Tersangka
KM Sinar Bangun Terdeteksi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU