Home  / 
Air PDAM Tirtadeli “Mati” Lima Hari, Ibadah Puasa Warga Terganggu
* Direktur: Pasokan Air Sei Ular Surut ma lima
Kamis, 14 Juni 2018 | 10:54:23
Lubukpakam (SIB) -Warga Lubukpakam sekitarnya mengeluhkan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtadeli. Pasalnya selama lima hari terakhir air tidak mengalir sehingga aktivitas warga terganggu selama menjalankan ibadah puasa dan aktivitas lainnya.

"Sudah lima hari ini mati total pasokan air dari PDAM. Apalagi pas sahur maupun buka puasa, sangat terganggu sekali tidak ada air. Saya juga belum pernah mendengar pengumuman gangguan itu dari PDAM Tirtadeli," kesal Wahyu, warga Gang Purwo, Desa Bakaranbatu, Lubukpakam, Rabu (13/6) kepada wartawan.

Keluhan senada disampaikan Ali, pelanggan PDAM Tirtadeli lainnya. Akibat air tak mengalir ke kediamannya, dia pun terpaksa mengambil air ke rumah familinya yang berjarak cukup jauh. "Susah kali bang air mati. Semua keperluan jadi terganggu. Apalagi ini bulan puasa, kami perlu kali air. Saya mohon segeralah air jalan lagi," mintanya ke wartawan.

Demikian juga salah satu pelanggan di Gang Antara Lubukpakam bernama Ardi. Dia mengaku terpaksa membeli air isi ulang untuk keperluan mandi dan mencuci. "Udah rugi banyak saya bang, beli air isi ulang Rp3.000 setiap hari," kesal Ardi.

Pantauan wartawan, rata-rata pelanggan PDAM Tirtadeli di Lubukpakam sekitarnya selama lima hari terakhir tidak mendapat pasokan air bersih. Disebut-sebut penyebabnya akibat pasokan air dari Sungai Ular surut.

Direktur PDAM Tirtadeli Deliserdang Ir Batara Imbrahdjaya Nasution saat dikonfirmasi melalui telepon selular mengaku, sejak tanggal 9 Juni 2018 pasokan air bersih terganggu ke wilayah Lubukpakam dan Perbaungan sekitarnya. Disebut, hal yang mengakibatkan yaitu surutnya permukaan air Sei Ular sampai di bawah level minimum.

Hal itu menurut dia, akibat musim kemarau sehingga mengakibatkan pompa intake air baku tidak bisa produksi. "Kami sudah berkoordinasi dengan satuan kerja operasional/pemeliharaan bendungan Lau Tagor Sei Ular agar pintu air ke Sei Ular dibuka dengan tetap menjaga keseimbangan antara keperluan air bersih dan irigasi," terang Batara.

Dia juga mengaku akibat persoalan itu, sudah mempublikasi ke masyarakat lewat radio Pemkab Deliserdang agar memaklumi persoalan yang dihadapi pihaknya. (C06/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Eramas Gelar Kampanye Dialogis dan Doa Bersama 23 Juni
Seribuan Warga Hadiri Halal Bi Halal Masyarakat Simalungun Bersama Djarot Saiful Hidayat di Perdagangan
FKI 1 Sumut Komit Dukung Paslon Bupati Dairi Nomor Urut 2
Warga Pinggiran Rel Berharap Pada Djoss Ada Pemondokan Layak
BEM se-Jabar Kirim Surat Protes ke Kemendagri Terkait Komjen Iriawan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU