Home  / 
Imbauan MUI Sumut Menyambut Ramadan 1439 H
Jadikan Ramadan Peningkatan Etos Kerja
Rabu, 16 Mei 2018 | 16:55:37
Medan (SIB)- Puasa Ramadan memiliki nilai yang sangat penting dalam kehidupan Muslim, di dunia dan akhirat, karena Ramadan adalah bulan yang sangat mulia, semua amal ibadah dilipat gandakan Allah SWT nilai pahalanya.

Demikian diutarakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Prof DR H Abdullah Syah MA didampingi Sekretaris Umum Dr H Ardiansyah Lc MA dalam menyambut bulan suci Ramadan 1439 H 2018 M. 

Sehubungan dengan itu, MUI Sumut mengimbau/menyerukan kepada umat Islam di Sumatera Utara khususnya dan di manapun berada, agar menyambut dan mensyiarkan bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan ibadah Ramadan di antaranya agar sejak dini mempersiapkan diri (fisik dan mental) serta mengatur jadwal harian di bulan Ramadan sedemikian rupa, sehingga amal-amal sunnah bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan berusaha membersihkan diri lahir dan bathin dari dosa dan kesalahan.

Agar bulan Ramadan ini dijadikan sebagai momentum terjalinnya ukhuwah islamiyah di kalangan kaum muslimin, hendaknya selalu saling bekerja sama hal yang kita sepakati, dan dapat saling toleransi dalam perbedaan pendapat yang mungkin terjadi agar terbentuk pribadi Muslim yang taqwa dan berakhlaqul karimah yang terwujud dalam prilaku umat dan Rahmatan lil 'alamin (umat penebar kasih sayang di alam semesta).

Mengupayakan dan menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum peningkatan etos kerja dan meningkatkan disiplin, dalam rangka memerangi segala bentuk kemaksiatan, kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan sebagainya.

Agar umat Islam memperbanyak kegiatan infaq, shadaqah dan menunaikan zakat harta dan zakat fitrah serta menyalurkannya secara terarah, seperti kepada fakir miskin, menyantuni anak yatim dan dhu'afa lainya. Khususnya penyaluran zakat harta dan zakat fitrah hendaknya disalurkan melalui amil sesuai UU No 23 tahun 2011, yaitu kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ataupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang resmi.

Agar para pemimpin instansi pemerintah (gubernur, bupati/wali kota, camat dan lurah), swasta dan perusahaan hendaknya pro aktif dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi pelaksanaan ibadah kaum muslimin dengan mengawasi kegiatan yang ditengarai dapat mengganggu kekhusyu'an kaum muslimin yang sedang melaksanakan ibadahnya dengan sebaik-baiknya demi membentuk manusia Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, serta menghindari tindakan-tindakan yang dapat memancing kerawanan-kerawanan sosial dan sebagainya.

Agar para pemilik restoran/rumah makan tidak membuka usahanya di siang hari secara terbuka selama bulan Ramadan.

Tempat hiburan malam semisal night club, karaoke dan yang semacamnya tutup penuh selama bulan Ramadan dan tidak memasang gambar-gambar iklan porno, ataupun melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan gairah nafsu syahwat (pornografi dan pornoaksi).

Bagi umat non Muslim agar menghormati orang yang sedang berpuasa, yaitu dengan tidak makan, tidak minum, tidak merokok dan sejenisnya pada siang hari di tempat-tempat terbuka seperti di kantor-kantor, bis umum, jalan raya dan sebagainya.

Dalam rangka mensyiarkan Ramadan dan Syawal tidak membunyikan/membakar mercon dan kembang api, cukup dengan memperbanyak membaca Al-Quran dan takbir kepada Allah SWT.

Demikian seruan ini disampaikan dengan harapan kiranya mendapat perhatian semua pihak. (R11/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Di Tengah Spekulasi Berdamai, Artis Terkemuka Dunia Bela Brad Pitt dalam Perebutan Anak dengan Angelina Jolie
Joshua Siahaan dan Reza Azhari Ukir Prestasi dengan Lagu dan Puisi
Sule Lajang Lagi Pasca Digugat Cerai Sebab Orang Ketiga
Senat AS Setujui UU Royalti untuk Lagu yang Diciptakan Sebelum Tahun 1972
Menag Nilai Agama Modal Indonesia Rajut Persatuan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU