Home  / 
Warga Mengadu ke DPRDSU
Jalan Desa Penen-Penungkiren-Rambai Kecamatan STM Hilir “Hancur-lebur”
Rabu, 25 April 2018 | 11:06:23
SIB/Firdaus Peranginangin
HANCUR-LEBUR: Inilah kondisi jalan utama menuju Desa Penen – Desa Penungkiren – Desa Rambai – Desa Pangkasilau Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deliserdang yang sudah “hancurlebur”. Masyarakat menuntut Pemkab Deliserdang segera melakukan pengaspalan.
Medan (SIB) -Jalan utama menuju Desa Penen-Desa Penungkiren-Desa Rambai-Desa Pangkasilau Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deliserdang "hancur-lebur". Masyarakat menuntut Pemkab Deliserdang segera melakukan pengaspalan, guna menghindari terisolirnya sejumlah desa di kawasan tersebut.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Sumut Dapil Kabupaten Deliserdang Reki Nelson Barus kepada wartawan, Selasa (24/4) di DPRD Sumut seusai menerima pengaduan Kepala Desa Rambai Bela Barus tentang hancur-leburnya jalan desa mereka, tapi tidak pernah tersentuh perbaikan.

"Masyarakat dari Desa Penen, Rambai dan Penungkiren mengadu kepada kita dan berharap agar Pemkab Deliserdang segera turun-tangan melakukan perbaikan jalan desa yang sudah luluh-lantak, sebab sangat mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat," ujar Reki Nelson.

Dari pengaduan masyarakat kepada Reki Nelson, keresahan akibat kerusakan jalan tersebut  sudah berulang-kali disampaikian kepada Pemkab Deliserdang agar segera dilakukan perbaikan, guna melancarkan  arus transportasi masyarakat dalam memasarkan hasil pertaniannya.

"Rakyat sudah capek dan jenuh mengusulkan agar jalan diperbaiki, karena masyarakat sudah  berulang-kali menyurati Pemkab, termasuk melalui usulan  Musrenbang desa maupun Musrenbang kecamatan serta melalui kegiatan reses dewan. Tapi hingga kini belum ada tanda-tanda dilakukan perbaikan," katanya.

Berkaitan dengan itu, tandas anggota Komisi E ini, pihaknya mendesak Pemkab Deliserdang segera melakukan pengaspalan jalan desa, guna menghindari keterisoliran sejumlah desa di Kecamatan STM Hulu maupun STM Hilir.

Dari hasil peninjauan di lapangan baru-baru ini, tandas Reki, kondisi jalan yang paling parah sepanjang 5 Km dengan posisi seluruh aspal jalan sudah terkelupas, batu-batu berserakan, penuh lobang dan berlumpur, sehingga sangat tidak layak disebut sebagai jalan kabupaten.

Namun demikian, Reki tetap berharap kepada Bupati maupun DPRD Deliserdang untuk mengalokasikan anggaran pembangunan jalan utama desa tersebut di APBD Deliserdang, agar keluhan dan keresahan masyarakat dapat segera diatasi. (A03/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
AJI: Rapor Indonesia Masih Merah untuk Kebebasan Pers
BEM Nusantara Dukung Bawaslu Sumut Larang Paslon Kampanye Terselubung di Rumah Ibadah
Lawan Hoax! Laporkan Jika ASN Langgar 6 Hal ini di Medsos
Wapres AS Posting Pertemuan dengan Pengurus NU, Bahas Lawan ‘Jihad’
Pergeseran Pola Kelompok Radikal Sebabkan Wanita Aktif dalam Aksi Terorisme
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU