Home  / 
GMI Kerahkan Seribuan Jemaat Sukseskan Paskah Nasional di Samosir dan Balige
* Bishop KW Sinurat: Kasih Allah Universal untuk Semua Insan dan Kosmos
Senin, 23 April 2018 | 12:30:54
SIB/Dok
PASKAH SUMUT: Pimpinan GMI Wil I Bishop Kristi Wilson STh MPd (6 kanan) dan Wagubsu Dr Hj Nurhajizah Marpaung (5 kanan) dan para pendeta dan panitia pada Paskah Nasional Tingkat Sumut di Rumah Persembahan Jalan Jamin Ginting Medan, Jumat (20/4).
Medan (SIB) -Gereja Methodist Indonesia (GMI) Wilayah I siap mensukseskan perayaan Paskah Nasional yang direncanakan dibuka Presiden Jokowi di Samosir, 27 April 2018 dan penutupan di Tobasa, 28 April 2018. Hal tersebut akan direalisasikan melalui pengerahan massa seribuan orang, sehingga semakin banyak orang yang mendengar dan menerima pesan dan makna paskah sebagai wujud kasih Allah kepada manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa.

Hal tersebut dikatakan Pimpinan GMI Wilayah I Bishop Kristi Wilson Sinurat, S.Th., M.Pd di sela-sela perayaan paskah nasional tingkat Sumut di Rumah Persembahan GBI Jalan Jamin Ginting Medan Selayang, Jumat (20/4). "Kita mengerahkan sedikitnya tiga ribu orang mensukseskan paskah tingkat provinsi Sumut ini, sehingga banyak jemaat yang bersukacita. Demikian halnya nanti di Samosir dan Balige, jemaat GMI akan dikerahkan mensukseskannya,", ungkap Bishop yang juga membawakan khotbah pada acara yang juga diwarnai penerimaan obor paskah oleh Ketua Umum Panitia Paskah Nasional yang juga Wagubsu Dr Hj Nurhajizah Marpaung.

Sebelumnya Bishop Kristi Wilson membawakan khotbah bertehemakan "Karya Terbesar" dengan sub thema "Merawat Keutuhan Ciptaan" dengan mengutip injil Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Ribuan jemat yang memadati rumah persembahan dan halamannya itu mendengarkan pemaparan Bishop dengan khusyuk dan tampak wajah-wajah sukacita menghiasi wajah mereka. Menurutnya, Yesus Kristus adalah wujud kasih Allah terbesar dengan misi penyelamatan universal/inklusif. Kasih Allah itu universal tanpa imbalan/balasan. Kasihnya tidak diskriminatif tetapi untuk semua kosmos, alam semesta juga untuk semua insan, bukan untuk kalangan tertentu saja. 

Bagi insan yang percaya dan menerimanya akan berdampak memiliki hidup baru, jiwa baru, karakter baru dan integritas baru, bahagia, selamat dan hidup kekal. Mampu menghadirkan hidup yang berkualitas dalam kasih Allah yang universal dalam konteks Sumut, Indonesia dan Dunia. Juga akan mampu mengasihi secara universal di tengah tantangan eksklusifisme dan pembatasan-pembatasan oleh tembok agama, golongan, suku, daerah, bahasa.

Dampak lainnya, kata Bishop, orang percaya akan memelihara, merawat dan mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia raya. Orang percaya juga akan memberikan kontribusi positif dan aktif dalam mewujudkan pembangunan, kemajuan, berkeadilan, harmonisasi dan kesejahteraaan. Selanjutnya jiwa dan rohnya akan menyala-nyala dan berkobar seperti obor paskah ini untuk merawat kedaulatan ciptaan Tuhan. "Mari kendalikan diri agar jangan merusak ciptaan Tuhan," tegas Bishop pada acara paskah yang juga dihadiri Ketua Umum Lembaga Paskah Nasional Pdt Dr Alma Shephard Supit, Ketua Sinode GPI Rev Dr MH Siburian, Pdt Bambang R Yonan, Pdt Daniel Edy Prayitno, Dr RE Nainggolan, JA Ferdinandus, Bupati Tobasa Darwin Siagian dan sejumlah tokoh masyarakat Sumut lainnya. (R4/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
6 Tim Senior Putra Dipastikan Lolos 8 Besar Turnamen Bola Voli
Turnamen Bola Voli Senior Putra di Pematangsiantar, Mangisi Lunggu Sidabutar SE Jagokan Kambat Simalungun
Kisruh Kepengurusan Percasi Asahan, Mandat Pengprov Sumut Dipertanyakan
Atlet Wushu Indonesia Raih Emas di Festival Shaolin China
PSSI Sering Terlambat Bayar Gaji Milla
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU