Home  / 
Defisit Keuangan, RS Bangkatan Terpaksa Berhentikan Puluhan Tenaga Honor
Sabtu, 21 April 2018 | 14:13:15
Binjai (SIB)- Manajemen PT Tembakau Deli Medica (TDM) terpaksa harus memutuskan hubungan kerja  (Pemberhentian) sebanyak 31 dari 101 tenaga medis dan non-medis di RS Bangkatan Binjai yang belum habis kontrak kerjanya, karena mempertimbangkan defisit keuangan perusahaan.

"Upaya ini terpaksa kita lakukan, semata-mata menyikapi proses restrukturisasi dan pertimbangan efisiensi keuangan," ungkap Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) PT Tembakau Deli Medica, Magdalena, didampingi Kepala Bagian Pengembangan, Rini Sri Amini, Kuasa Hukum PT tembakau Deli Medica, HN Siregar, dan Kepala RS Bangkatan, Binjai, dr.Parlindungan Nasution, dalam keterangan persnya di aula RS Bangkatan, Kota Binjai, Rabu (18/4).
Magdalena mengatakan, pengurangan karyawan menjadi solusi dalam menekan biaya operasional tiga unit rumah sakit naungan PT Tembakau Deli Medica, yakni RS Bangkatan, Binjai, RS Batang Serangan, Langkat, dan RS Dr GL Tobing, Tanjung Morawa.

Menurutnya, defisit keuangan yang terjadi disebabkan ketidakseimbangan pendapatan dengan biaya operasional ketiga rumah sakit, terkait pasca peralihan manajemen dari Koperasi PT Perkebunan Nusantara II (Koperda) kepada PT Tembakau Deli Medica, sejak Januari 2018.

"Sebagai contoh. Saat ini, tingkat hunian pasien di RS Bangkatan, Binjai, hanya 40 persen. Jauh dari standar tingkat hunian minimal rumah sakit 50 persen. Tidak mengherankan, jika pendapatan perusahaan ikut menurun," ujar Magdalena.

Menyikapi pemutusan kontrak kerja secara sepihak terhadap para tenaga medis dan non-medis lepas, dia mengaku, keputusan itu bersifat darurat. Bahkan tidak hanya terjadi di RS Bangkatan, Binjai, tetapi juga terhadap RS Batang Serangan, Langkat, dan RS Dr GL Tobing, Tanjung Morawa.

"Dari 190 tenaga medis dan non-medis lepas yang dipekerjakan pada tiga unit rumah sakit naungan PT Tembakau Deli Medica, sebanyak 76 orang di antaranya saat ini telah diberhentikan, meskipun kontrak kerjanya belum berakhir," kata Magdalena.

Namun, lanjut Magdalena, pemutusan kontrak kerja tersebut hanya dilakukan terhadap para tenaga medis dan non-medis lepas, yang dianggap tidak memenuhi standar kerja kebutuhan perusahaan.

"Pemutusan kontrak kerja sebenarnya sudah kita sampaikan sebelumnya kepada karyawan. Bahkan sistem pemberhentian tidak kita lakukan begitu saja, melainkan melalui tahapan assesment. Sehingga kita tahu, mana yang harus dipertahankan dan mana yang tidak," terangnya.

Sementara itu, petugas Pengawas tenaga kerja dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah IX Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumatera Utara, Mahipal Nainggolan, mengaku, masih mendalami kasus tersebut.

"Saat ini, kami belum bisa mengambil kesimpulan apapun. Sebab kami masih mempelajari isi kontrak kerja tersebut, dengan mengkonfrontir keterangan dari Manajemen PT. Tembakau Deli Medica dan para karyawan yang telah diberhentikan," serunya.

Hanya saja, menurut Mahipal, jika nantinya penyelesaian persoalan itu mengalami kebuntuan, dia mengaku siap melakukan proses mediasi, demi menghasilkan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

"Kami tidak berpihak kemana-mana. Sebab pedoman kami adalah Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah. Namun kami tetap berharap, ada solusi dari pihak perusahaan untuk memmberikan hak-hak karyawan, memgingat mereka diberhentikan sebelum kontrak kerjanya berakhir," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 31 mantan tenaga medis dan non-medis lepas yang bertugas RS Bangkatan, Binjai, memprotes kebijakan Manajemen PT Tembakau Deli Medica, karena dianggap memutus kontrak kerja secara sepihak tanpa pesangon.Mereka juga mengadu kepada anggota DPRD Binjai, di Rumah Aspirasi Masyarakat Jonita Agina Bangun di Binjai Timur.

Anggota komisi B DPRD Binjai Jonita Bangun berjanji kepada delegasi tenaga kerja RS Bangkata Binjai, akan memanggil pimpinan RS Bangkatan dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) Dewan untuk mempertanyakan dasar pihak rumah sakit melakukan PHK. (A25/l)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Qualcomm Hadirkan Chipset Canggih untuk Ponsel Mid-Range
Sensor Sidik Jari dalam Layar Smartphone Apakah Bakal Populer?
Fakta-fakta Tentang Media Sosial yang Jarang Anda Ketahui
Indonesia Butuh Internet 5G untuk Industry 4.0
Bus Tanpa Sopir Bakal Mondar-mandir di GBK Selama Asian Games 2018
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU