Home  / 
Bantu SD RK Santa Mari Penen RP 986 Juta dr Sofyan Tan Dapat Setandan dari Warga Sibiru-biru
Selasa, 17 April 2018 | 16:32:58
Medan (SIB)- Setandan pisang, dua bungkus besar duku dan sekarung jagung mentah disodorkan sejumlah orangtua siswa ke anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dr Sofyan Tan. Semua itu diberikan sebagai rasa syukur mereka atas bantuan senilai Rp986 juta di SD Swasta RK Santa Maria Penen, Kecamatan Sibiru-biru, Deliserdang, Jumat (13/4).

Sofyan Tan pun kaget sambil tertawa saat beberapa orangtua siswa maju ke depan kelas untuk bergiliran memberikan beberapa hasil kebun mereka. "Ini untuk apa, saya nggak boleh menerima hadiah yang nilainya di atas sejuta," kata anggota Komisi X DPR RI itu tertawa.

Kepala SMP Swasta RK Santa Maria Penen, Ngurus Bangun pun menyebutkan, yang diberikan orangtua siswa adalah bentuk rasa syukur atas bantuan yang diberikan melalui jalur aspirasi Sofyan Tan. Tidak boleh ditolak karena tidak ada nilainya dibanding bantuan yang disalurkan. Semua hasil kebun masyarakat para orangtua siswa yang senang dengan kehadiran anggota DPR RI dari Jakarta ke desa, dan mereka yang jauh di pelosok.

Sebelumnya Ngurus menceritakan dirinya sejak 1998 sudah kenal banyak anggota dewan, baik tingkat kabupaten hingga DPR RI. Rata-rata adalah sahabat akrabnya. Namun saat disodorkan permohonan bantuan, hanya janji yang didapat. "Belum ada satu pun yang bersedia datang dan duduk sama ke Penen. Apalagi permohonan bantuan, cuma janji. Berbeda dengan Sofyan Tan yang bukan hanya bersedia datang untuk ketiga kalinya, tapi juga mewujudkan secara nyata bantuan permohonan yang mereka sampaikan melalui jalur aspirasi," kata Bangun.

Dia mengatakan, saat mendapatkan kabar menerima bantuan pada 2017 lalu, dirinya masih berasa mimpi. Ketika diundang bimbingan teknis dan menandatangani bantuan pengadaan Laboratorium SMP senilai Rp 342.300.000, baru dia percaya. Tidak berapa lama Kepala Sekolah SD Swasta RK Santa Maria memberikan kabar mereka juga dapat bantuan yang nilainya jauh lebih besar yakni Rp 591.000.000 untuk rehab 6 ruang kelas. "Saya kira bantuan untuk SMP aja udah besar. Rupanya lebih besar lagi untuk SD. Ini luar biasa," ujarnya.

Selain itu, katanya, melalui Sofyan Tan juga 60 siswa SD dan 35 siswa SMP mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar. Jika ditotal jumlahnya hampir Rp 1 miliar yang disalurkan.  "Ini tak lain dan tak bukan berkat kerja keras Pak Sofyan Tan. Inilah yang dimaksud dengan benar-benar saluran aspirasi yang pas dan nyata," ujarnya.

Pihak yayasan juga tidak tinggal diam. Ikut menambahkan bantuan senilai Rp300juta. Sehingga bisa membangun 8 ruangan baru yang cantik dan layak.
Sofyan Tan dalam kesempatan itu menyampaikan rasa bahagianya sebab untuk yang ketiga kalinya menjejakkan kaki di Penen, Sibiru-biru dan banyak perubahan yang lebih baik. Saat pertama kali ke desa tersebut adalah mengunjungi Sekolah Masehi yang tidak jauh dari Sekolah RK Santa Maria untuk menyalurkan bantuan. Jarak tempuh dari Medan saat itu 2,5 jam karena jalan rusak berlobang.

Ketika itu dia menyampaikan ke Pemkab Deliserdang terkait kondisi jalan yang dilalui. Kini setelah setahun berlalu jalan tersebut sudah mulus diaspal dan perjalanan pun hanya tinggal 1,5 jam dari Medan. "Camat aja ketika itu belum pernah datang, apalagi bupati," ujar Sofyan Tan.

Saat ini, kata dia, pemerintahan Jokowi-JK sedang gencar melaksanakan pembangunan baik infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia. Jokowi sangat gencar membangun dan merehab sekolah-sekolah yang tidak layak agar siswa dapat lebih semangat belajar. Semua itu dilakukan demi tujuan 2030 Indonesia sebagai negara maju ketujuh di dunia dari sisi perekonomian.  

Jadi, lanjut dia, jangan heran jika dirinya rajin turun ke pelosok-pelosok daerah untuk melihat dan mengawasi sekolah-sekolah mana lagi yang layak untuk dibantu dengan harapan, agar siswa-siswa lebih giat belajar dan menyelesaikan pendidikannya hingga perguruan tinggi. Sebab di tangan merekalah pada 2030 hingga 2045, Indonesia akan berada pada masa keemasan.

Dia pun berulang-kali mengingatkan setiap bantuan yang disalurkan jangan dipotong sedikitpun. Semuanya harus digunakan untuk pembangunan. Karena itu setiap berkunjung ke sekolah-sekolah selalu menolak jika ada acara penyambutan besar-besaran dan acara makan-makan mewah. Kecuali jika sekedar makanan hasil panen dari kebun sebagai wujud rasa syukur. (Rel/A11/f)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gubsu: Ulama sebagai Tempat Mengadu
Wakil Dubes AS Bahas Persoalan Perempuan dan Anak, Termasuk Investasi di Sumut
Menlu Retno Resmikan Gedung KJRI di Chicago
KPU RI Tetapkan Komisioner KPU Sumut Periode 2018-2023
JK Pimpin Delegasi Indonesia di Sidang Umum ke-73 PBB
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU