Home  / 
Warga dan PT KAI "Bersebarangan" Soal Lintasan Kereta
Selasa, 17 April 2018 | 16:07:42
Lubukpakam (SIB)- Warga Desa Pagarjati Kecamatan Lubukpakam dan warga Desa Sumberejo Kecamatan Pagarmerbau merasa kecewa dengan tindakan yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sumut. Pasalnya PT KAI dituding telah  semena-mena memalang jalan penghubung antar desa dengan  besi di sekitar rel kereta tanpa pemberitahuan kepada warga atau pemerintah setempat.

Pantauan SIB, Senin (16/4), palang besi bekas rel itu ditanam dengan cor semen. Palang dipasang di sisi kanan dan kiri rel kawasan Desa Pagarjati dan Desa Sumberejo. Meski palang besi ditanam di area lahan PT KAI, namun tetap saja warga yang melintas di jalan desa ini tetap tidak bisa melintas khususnya pengguna mobil dan truk.

Terlihat pengguna sepeda motor harus turun terlebih dahulu dan kemudian menyorong kendaraannya. Tampak kalau warga mencari jalan-jalan sempit yang ada di sekitar palang yang ditanam. Informasi yang dikumpulkan dari warga, palang besi itu dipasang PT KAI sejak dua minggu lalu.

Salah satu warga Desa Pagarjati bernama B Sihombing (60) mengatakan, saat ini warga sangat kesulitan  melintas. Ia heran mengapa akses jalan untuk publik bisa dipasang palang oleh PT KAI.

Akibat pemalangan jalan itu, kata Sihombing, pengguna mobil dan kendaraan lainnya harus memutar kurang lebih 5 km untuk menuju Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Sementara lokasi jalan yang ditutup PT KAI itu hanya berjarak sekitar 700 meter dari Jalinsum.

"Tidak mengerti kita apa maksudnya pemalangan jalan ini, kasian anak-anak yang mau pergi sekolah. Kalau yang naik sepeda motor masih bisalah dipaksakan melintas, tapi kalau yang naik mobil harus keliling jauhlah. Setahuku ya, kalau yang kecelakaan karena kereta api belum pernah di sini, jadi gak tahu kenapa bisa ditutup seperti ini," kata B Sihombing.

Camat Lubukpakam, Khairul Harahap kepada wartawan mengaku sangat kecewa dengan kesewenang-wenangan manajemen PT KAI. Ia menuturkan saat PT KAI menutup akses jalan itu sama sekali tidak ada pemberitahuan kepada pihak pemerintah kecamatan ataupun pemerintah desa.

"Sudah kita lapor ke Pemkab dan Dinas Perhubungan Deliserdang apa yang dirasakan warga itu. Masa tidak ada pemberitahuan sebelumnya mau dipasang seperti itu, harusnya disosialisasikan terlebih dahulu ke warga," kata Khairul.

Sementara Humas PT KAI Divre I Sumut, Sapto Hartoyo saat dikonfirmasi melalui telepon selular membenarkan pihaknya yang melakukan penutupan jalan tersebut. Ia menyebut tindakan yang dilakukan sudah sesuai instruksi Kementerian Perhubungan dan bukan tindakan semena-mena, dimana pintu perlintasan liar setiap daerah harus ditutup.

Ia membantah kalau dalam melakukan pemblokiran jalan, pihaknya sama sekali tidak berkordinasi dengan pihak Pemkab Deliserdang. Meski camat mengaku tidak mendapat informasi, namun ia mengatakan sudah ada mengirimkan pemberitahuan. Selain itu, ia mengklaim instruksi dari Kementerian Perhubungan ini juga telah diberitahukan  ke Dinas Perhubungan di setiap daerah.(C06/c)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gubsu: Ulama sebagai Tempat Mengadu
Wakil Dubes AS Bahas Persoalan Perempuan dan Anak, Termasuk Investasi di Sumut
Menlu Retno Resmikan Gedung KJRI di Chicago
KPU RI Tetapkan Komisioner KPU Sumut Periode 2018-2023
JK Pimpin Delegasi Indonesia di Sidang Umum ke-73 PBB
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU