Home  / 
Polrestabes Medan Masih Selidiki Kasus Raibnya Uang Nasabah Bank
Selasa, 17 April 2018 | 16:02:47
Medan (SIB)- Kasus dugaan hilangnya uang tabungan milik seorang nasabah Bank Sumut, Nek Asni (72) sebesar Rp 86 juta yang sudah dilaporkan ke Sat Reskrim Polrestabes Medan, penyidik telah melakukan gelar perkara belum lama ini untuk mengungkap kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Kamis (12/4) ketika dikonfirmasi menegaskan, hasil penyelidikan sementara, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan hasil pemeriksaan rekening koran, ternyata ada beberapa kali penarikan uang tunai dari ATM, namun pelapor (korban-red)  mengaku tidak ada melakukan penarikan uang tunai dari rekening tabungannya itu.

"Jadi pihak yang mengambil uang tabungan tersebut masih dalam penyelidikan, dan kita masih mencari alat bukti  untuk  mencari siapa pelakunya. Kalau dibilang lamban dalam menangani kasusnya, nyatanya sudah banyak saksi yang kita periksa dan sudah pernah dikonfrontir. Saya tegaskan, kasus ini tetap terus berjalan. Dan akan segera kita berikan kepastian hukum kepada pelapor," ujar AKBP Putu Yudha Prawira.

Sejak membuka rekening tabungan di bank pada 2014 sambung Putu, antara tahun 2015 hingga 2016 ada beberapa kali penarikan tunai sesuai yang tertera dalam rekening koran pelapor. Namun Nek Asni yang sehari-hari beraktivitas melayani jasa pengurusan  STNK, BPKB dan pajak kendaraan itu tak mengakuinya. Pihaknya juga sudah melakukan konfrontir antara pihak pelapor dan terlapor. Dalam konfrontir yang dilakukan, asistennya sendiri mengaku adanya penarikan uang hingga puluhan kali yang dilakukan Nek Asni.

"Meski sudah ada beberapa kali penarikan dan tercatat dalam rekening koran, namun pelapor tak mengakui telah melakukan penarikan uang tunai tersebut. Meski demikian, pelakunya masih dalam penyelidikan polisi. Rekaman CCTV di ATM tempat penarikan uang tunai tersebut sangat susah dilihat kembali, apalagi penarikan uang tunai itu dilakukan antara 2015-2016 dan tidak ada lagi tersimpan rekaman CCTV nya," terangnya.

Diakui Kasat ada banyak kejanggalan dalam kasus dugaan hilangnya uang di rekening pelapor, di antaranya ada beberapa penarikan yang tak diakuinya. Tetapi dalam selang waktu beberapa menit ada bukti transfer ke rekening orang lain, dan itu diakui pelapor.

"Dia (pelapor-red) memertanyakan hilangnya uang di rekeningnya pada September 2016, dan pihak bank sudah menjelaskan ada penarikan tunai menggunakan slip penarikan sebesar Rp 300 ribu yang ditandatangani  Asni sendiri, namun dia tak mengakuinya sama sekali. Intinya, ada beberapa penarikan yang diakuinya dan ada yang tak diakuinya," ungkap Putu.

Menurut Kasat, pelapor mengadu ke Propam, itu haknya. Sat Reskrim Polrestabes Medan tetap profesional dalam penyidik suatu perkara. Kasat, juga sangat menyesalkan adanya pemberitaan di beberapa media massa yang menyebutkan penyidiknya  berbicara keras hingga pelapor disebut-sebut pingsan. "Berita itu seperti opini tanpa adanya konfirmasi sama sekali ke kita.

Pemberitaan itu tidak benar sama sekali, dan terkesan sudah direkayasa. Saya sudah tanya langsung kepada anggota kita terkait pemberitaan yang terkesan sepihak itu, bahwa itu  semua tidak benar sama sekali," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, karena pengaduannya di Polrestabes Medan yang tertuang di Nomor: LP/1087/K /IV/2016/SPKT Resta Medan, tanggal 26 April 2016, dianggap lamban ditangani,  Nek Asni yang kehilangan uang Rp 80 juta dari rekeningnya, di Bank Sumut, melaporkan penyidik Polrestabes Medan ke Bidang Propam Poldasu, belum lama ini.(A16/c)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gubsu: Ulama sebagai Tempat Mengadu
Wakil Dubes AS Bahas Persoalan Perempuan dan Anak, Termasuk Investasi di Sumut
Menlu Retno Resmikan Gedung KJRI di Chicago
KPU RI Tetapkan Komisioner KPU Sumut Periode 2018-2023
JK Pimpin Delegasi Indonesia di Sidang Umum ke-73 PBB
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU