Home  / 
Program KKB Bukan Hanya Soal Alkon Tapi Bagaimana Tingkatkan Kesejahteraan
Senin, 16 April 2018 | 15:39:56
Medan (SIB)- Media berperan penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang program Kependudukan,Keluarga Berencana (KB) dan pembangunan keluarga. Hal itu dikatakan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut Temazaro Zega, dalam mengampanyekan program KKBPK di Sumut yang  memiliki berbagai tantangan yang cukup berat. 

"Tantangan berat itu datang dari pola pikir atau karakter masyarakat Sumut yang masih sulit dirubah minsetnya dalam menggunakan Alkon (alat kontrasepsi). Selain itu, belum adanya pengaturan jumlah kelahiran anak. Inilah menjadi tantangan berat kita (BKKBN)," katanya dalam pertemuan kehumasan dengan wartawan, Kamis (12/4) di Medan

Karenanya, peran media sangat dibutuhkan BKKBN untuk menggaungkan kembali program KKB hingga Kab/Kota se-Sumut. Media diharapkan perannya untuk mengubah mindset masyarakat dalam program KB terutama upaya penajaman dan penguatan Program KKBPK (Kependudukan dan KB Pembangunan Keluarga) di Sumatera Utara (Sumut).

Dikatakannya, dari informasi soal survei demografi kependudukan Indonesia sebagai indikator kesuksesan program KKBPK 2017, Total Fertility Rate (TFR) atau angka kelahiran total di Sumut mengalami penurunan dari 3,0 menjadi 2,9. Maka yang ingin dicapai adalah bahwa ini upaya mewudjukan penduduk seimbang dan BKKBN Sumut ingin mencapai angka 2,1 yang masih dalam proses.

"Hasil 2017 ini masih panjang perjalanannya walaupun penurunan angka menunjukkan keberhasilan. Salah satunya metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) hasilnya cukup signifikan. Tantangan kita mengubah mindset soal keluarga agar menggunakan alat KB mengatur kelahiran. Banyak yang ber KB ketika sudah banyak anak," ujar Zega.

Menurut Temazaro Zega, jika berbicara soal program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB), tidak hanya membahas soal alat kontrasepsi (Alkon) dan membatasi angka kelahiran keluarga. 

"Yang terpenting dalam program KKB adalah bagaimana keluarga dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup keluarga. Caranya dengan melakukan penjarangan kelahiran anak serta memiliki mindset cukup punya dua anak saja atau sedikit," katanya didampingi Sekretaris BKKBN Sumut, Dra Robiatun, Kasubag Umum dan Humas Ari Armawan, Kasubag Advokasi dan KIE Yusrodi Rangkuti.

Ia juga menyampaikan, terus menyuplai dukungan dana alokasi dan khusus kependudukan yang mengalami kenaikan dari Rp 33 miliar tahun 2017 menjadi Rp 113 miliar. DAK ini dikelola Pemkab atau Pemko melalui BKKBN. Tidak hanya dana untuk pembangunan fisik tetapi juga digunakan non fisik.

Ia juga menyebutkan, adanya penambahan Kampung KB di Sumut yang terintegerasi dengan sektor lain. Tahun 2016 kampung KB 1 tiap kabupaten dan 2017 ada 1 tiap kecamatan. Tahun 2018, ditambah di tiap desa yang memiliki "stunting". (A05/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
DPRDSU Tegaskan Hentikan Pembersihan Lahan PTPN II
Wapres JK: Kerajinan Tangan Harus Bersaing dengan Robot
Peringatan Hari Air Sedunia dan Hari Bumi di Sibolangit Ditandai Tanam Bibit Pohon
Jokowi Bertemu PA 212 Jalin Persatuan
Papua Geram MA Hapus Pajak Air Freeport Rp 3,9 Triliun
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU