Home  / 
Kemenpan-RB Lakukan Evaluasi
Banyak yang Harus Dibenahi di RSUD Pirngadi
Jumat, 23 Maret 2018 | 09:40:57
Medan (SIB) -Asisten Deputi Bidang Pelayanan Publik Wilayah I Kemenpan RB, Novian Andrina mengatakan sebagai role model badan publik yang ditunjuk oleh Kemenpan RB tahun ini, pihaknya melakukan evaluasi yang nanti akhirnya adalah menjadi indeks pelayanan publik yang akan terlihat dari penilaian Kemenpan RB. Seperti saat ini pihaknya melakukan peninjauan ke RSUD Dr Pirngadi Medan.

Dikatakannya, ada tiga formulir yang dilakukan penilaian untuk rumah sakit yaitu asessment rumah sakit itu sendiri, dimana pihaknya sebagai evaluator dan pihak ketiga yang melakukan survey terhadap kepuasan masyarakat. "Kami berharap evaluasi ini jadi satu trigger untuk rumah sakit lakukan perbaikan yang dampaknya adalah kepuasan publik dari sisi kesehatan masyarakat," kata Novian kepada wartawan, Rabu (21/3).

Selain itu, ada 37 indikator yang dinilai antara lain kebijakan pelayanan, sarana prasarana, sistem informasi pelayanan publiknya, SDM profesional, pengelolaan pengaduan dan inovasinya itu harus dipenuhi, kalau terpenuhi pelayanan rumah sakit akan baik.

"Seperti saat ini kita meninjau RS Pirngadi Medan, kalau kita bicara pengamatan lapangan dari tahun ke tahun banyak yang harus ditingkatkan. Berbicara kebutuhan SDM maka kita bicara analisis jabatan dan analisa beban kerja. Apakah rumah sakit ini sudah lakukan itu?. Setelah kami tanya, kata kepala bagian organisasi sedang dalam penyusunan anjab dan ABK. Kalau sudah ada itu akan diketahui berapa kebutuhan SDM di sini," ujarnya.

Dikatakannya, RS Pirngadi adalah rumah sakit terkenal hingga nasional, tapi terkenal juga dengan pelayanan yang masih kurang memenuhi harapan masyarakat. Banyak hal yang perlu dibenahi secara bertahap. Tahap pertama penataan tempat pelayanan gedungnya perlu diperbaiki. Ruang pelayanan kelas 3 besar sekali tapi kurang terawat.

"Kita lihat Sarpras (sarana prasarana-red) perlu ditambah dan sudah ada langkah awal dengan membuat unggulan 2 pelayanan antara lain seperti pelayanan untuk penyakit kanker. Kami ini punya kewenangan dari sisi kebijakan pendampingan memfasilitasi tapi kalau dukungan yang sifatnya pembiayaan tidak, hanya saja kami berikan support pemantauan dan evaluasi pelayanan publiknya," ujarnya.

Dikatakannya, untuk hasilnya akan diumumkan atau diterima rumah sakit ini pada bulan Oktober atau November, kalau kemarin pihaknya telah umumkan dengan nilai B minus, yaitu sudah baik tapi dengan catatan.

Sementara itu, Kasubag Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi Edison Peranginangin mengapresiasikan kunjungan pejabat Kemenpan RB karena menindaklanjuti pelayanan publik tentang UU no 25 tahun 2009, jadi memang sangat diperlukan untuk penyesuaian UU tersebut.

"Dengan adanya peninjauan yang dilaksanakan di RS Pirngadi salah satunya yang perlu dicek adalah adanya maklumat. Yang menerima direktur. Untuk menjadi rumah sakit unggulan kanker di luar Pulau Jawa masuk ke program KPBU nanti. Itulah nanti pembangunan new wing namun bukan sekarang. Jika masalah SDM memang harus dibenahi bagaimana inovasi pelayanan publik yang mau diciptakan," pungkasnya. (A17/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Bengkalis Dicegah KPK ke Luar Negeri
Dimulai 23 September, Kampanye Pilpres Berakhir 13 April 2019
Jaksa Agung Sebut Pelanggaran HAM Berat Tak Bisa Diselesaikan Secara Hukum
Manchester United Percaya Diri Bisa Kalahkan Wolverhampton
Digugat OSO, KPU Siap Pertanggungjawabkan Keputusannya
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU