Home  / 
LBH Medan Menolak Wacana Hukum Pancung di Aceh
Senin, 19 Maret 2018 | 13:59:08
Medan (SIB)- Kadiv Non Litigasi LBH Medan Ismail Lubis SH MH menolak adanya wacana hukum pancung bagi para pelaku pembunuhan yang diwacanakan Dinas Syariat Islam Aceh. Sebab, hukuman pancung itu dinilainya sudah terlalu jauh dan tidak bisa ditolerir karena bukan lagi tindakan pembinaan namun sudah ke pembalasan.

"Seperti halnya, Kapolri yang tidak setuju terhadap hukum pancung, LBH Medan pun menyatakan sikap yang sama menolak hukuman itu. Sebab jika Perda Keistimewaan Aceh sampai mengatur pemidanaan berat seperti ini, maka hal demikian sangat berbahaya. Sebab tujuan pemidanaan bukan lagi mengarah kepada pembinaan namun justru ke pembalasan dendam," tegasnya kepada SIB di Medan,  Minggu (18/3).

Dikatakannya, kalau hanya sebatas hukum cambuk masih bisa ditoleransi, tapi jika yang namanya hukum pancung itu sudah terlalu jauh.
"Tujuan pemidanaan kita bukan pembalasan tapi telah berubah ke arah pembinaan. Itu makanya mengapa nama penjara kita pun telah dirobah menjadi Lembaga Pemasyarakatan (LP). Nah dalam konteks ini jangan kemudian esensi tujuan pembinaan itu terabaikan dengan hukum pancung. Untuk itu kita tegas menolak penerapan hukum pancung di Aceh," tegasnya.

Sementara itu, pengamat hukum, Abdul Hakim Siagian menilai wacana penerapan hukum pancung tepatnya dijatuhkan kepada pelaku yang benar-benar mengancam keselamatan masyarakat. "Hukuman itu memang harus setimpal," sebut dia, Minggu (18/3).

Menurutnya, hukuman bagi para pelaku kejahatan di Indonesia tidak pernah serius. "Hukuman kita tidak keras. Contohnya, hukuman buat pelaku Narkoba. Padahal gara-gara Narkoba tiap harinya ada 5 orang yang tewas," jawab dia.

Berangkat dari sini, untuk menekan angka kejahatan perlu diberikan hukuman yang setimpal. "Kalau kejahatan yang luar biasa wajar dihukum mati. Kita berharap di Indonesia memiliki hukum yang tegas dan cepat," ungkap dia sembari menyebutkan ia hanya setuju dengan hukum pancung bagi pelaku kejahatan yang sadis.

Abdul Hakim Siagian menyatakan bila Kapolri Jendral Tito Karnavian tidak setuju dengan hukum pancung, seharusnya polisi juga tidak semena-menanya menembaki pelaku kejahatan. "Kalau tidak setuju hukum pancung, kenapa sering menembak mati pelaku kejahatan. Itukan sama saja," ucapnya.

Seperti diberitakan, Dinas Syariat Islam Aceh mewacanakan penerapan hukum Qisas (pancung) bagi para pelaku kejahatan seperti pembunuhan. Menurut Kabid Bina Hukum Syariat Islam dan HAM Dinas Syariat Islam Aceh, Dr Syukri, hal ini untuk menekan angka kriminalitas yang marak terjadi akhir-akhir ini. (A21/A18/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Gelapkan HP Temannya, Pria Ditangkap Kapos Pasar Horas
Polres Asahan Ringkus Jurtul Togel
Diduga Edarkan Sabu, 2 IRT Ditangkap di Rumah Kontrakan
Aniaya Kekasih WN Polandia, Pria Australia Ditangkap
Simpan Sabu, Buruh Harian Lepas Ditangkap Polres Tanjungbalai
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU