Home  / 
Pansus DPRD DI Yogyakarta Dalami Perda Ketahanan Keluarga ke Sumut
* Pengaruh Gadget di Masyarakat Perparah Tindakan Kekerasan dan Pelecehan Seksual
Rabu, 14 Maret 2018 | 13:18:31
SIB/Dok
FOTO BERSAMA : Wagubsu Brigjen (Purn) Dr Nurhajizah Marpaung SH MH berfoto bersama Ketua Tim Pansus DPRD DI Yogyakarta Danang Wahyu Broto SE MSi beserta rombongan, usai menerima Kunjungan Kerja Panitia Khusus DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta di ruang EWP Tambunan Lantai 8 Kantor Gubernur Sumut, Selasa (13/3).
Medan (SIB) -Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan kunjungan kerja (Kunker) ke kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Selasa (13/3). Mereka ingin mendalami Peraturan Daerah (Perda) dan praktik di lapangan tentang Ketahanan Keluarga oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara (PPPA Provsu).

Rombongan Tim Pansus DPRD DI Yogyakarta yang terdiri dari 22 orang tersebut diterima Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Brigjen (Purn) Dr Nurhajizah Marpaung SH MH di Ruang Rapat EWP Tambunan Lantai 8 Kantor Gubsu, di Medan.

Turut hadir dalam kunjungan kerja tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kadis PPPA) Provsu Hj Nurlela, Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Indah Dwi Kumala serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Wagubsu mengapresiasi Ketua Tim Pansus DPRD DI Yogyakarta Danang Wahyu Broto SE MSi beserta rombongan, karena telah memilih Sumut sebagai kunker mereka. "Sebenarnya, kami pun masih banyak kekurangan di mana-mana dan masih jauh dari kata sempurna. PPPA sendiri juga baru berjalan selama setahun, semoga acara seperti ini dapat kita jadikan sebagai kesempatan untuk saling belajar dan bertukar informasi," ujar Wagubsu.

Nurhajizah mengatakan, perempuan dan anak adalah anggota keluarga yang paling rentan mengalami kekerasan, khususnya di tengah keluarga dengan pendapatan rendah. Keadaan tersebut kemudian diperparah dengan kehadiran narkoba dan gadget. "Banyak kejadian-kejadian kekerasan dan pelecehan seksual yang dipertontonkan secara luas dan bisa diakses oleh siapapun, termasuk anak-anak," katanya.

Danang Wahyu Broro, Ketua Tim Pansus DPRD DI Yogyakarta juga menyatakan hal yang sama. Pengaruh gadget di kalangan masyarakat turut memperparah tindakan-tindakan kekerasan dan pelecehan seksual.

"Menurut data BPS, Yogyakarta termiskin di Jawa dan Bali. Tindakan-tindakan kekerasan dan pelecehan seksual ini memperparah kondisi kemiskinan di Yogyakarta. Karenanya, kita ingin menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Yogya, khususnya dengan antisipasi dari segi Ketahanan Keluarga," pungkasnya.(A11/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU