Home  / 
Anggota DPD RI Sumut Parlindungan Purba Tanggapi Isu Daging Beku dan Rabies di Sumut
Rabu, 14 Maret 2018 | 13:03:03
Medan (SIB) -Anggota DPD RI Sumut Parlindungan Purba memimpin pertemuan di Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Sabtu (10/3) lalu dan dihadiri Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI drh I Ketut Diarmita didampingi Kepala Balai drh Agus Sunanto MP. Serta dihadiri juga Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi, Bulog, Disperindag Sumut dan Kepala Balai Veteriner Medan drh Sintong HMT Hutasoit MSi serta stakeholder lainnya.

Dalam rapat itu disampaikan bahwa daging kerbau beku yang masuk ke Medan sebanyak 130 ton eks impor India hingga Maret 2018 dan daging sapi eks impor Australia sebanyak 40.955 Kg tahun 2017 dan sebanyak 31.566 Kg hingga Maret 2018. Pengiriman ke Medan melalui darat dan laut (Belawan) ternyata tidak dibenarkan. Maka dalam rapat tersebut dinyatakan bahwa tidak ada daging beku impor ilegal di Kota Medan.

Parlindungan Purba menyatakan bahwa digelarnya rapat tersebut sebagai respon langsung terkait maraknya pemberitaan daging kerbau beku impor ilegal. "Kita langsung jemput bola dan kita harapkan masyarakat bisa memahami kondisi yang terjadi," ujarnya.

Selain membahas adanya isu daging beku di Medan rapat tersebut juga menyoroti masalah rabies yang ada di Kepulauan Nias. Menurut informasi, kasus penggigitan hewan penular rabies (HPR) di Nias menunjukkan gejala yang meningkat.

Namun Kepala Balai Veteriner Medan drh Sintong HMT Hutasoit MSi dalam rapat di Balai Besar Karantina Pertanian Belawan tersebut mengatakan sejak tahun 2014 jumlah laporan yang diterima 4 kasus dan 3 positif rabies, 2015 jumlah laporan 10 kasus dan 4 positif rabies, 2016 jumlah laporan 9 kasus dan 2 positif rabies dan 2017 dari sebanyak 6 laporan kasus seluruhnya negatif rabies.

Meski sebelumnya, kata Sintong, vaksin yang seharusnya untuk Nias rusak akibat energi listrik drop, telah bisa diatasi setelah dilakukan penggantian.

Menanggapi hal itu, Dirjen I Ketut mengapresiasi laporan tersebut. Namun untuk mengatakan Nias bebas rabies harus dengan data selama tiga tahun berturut-turut tidak terinveksi.

"Menurut WHO, jika 80 persen dari populasi tervaksin aktif, maka akan mampu mereduksi dampak penyebaran virus," katanya. Dirinya juga berharap vaksinasi terus dilakukan sehingga jaminan bebas rabies bisa terjadi.

Hal senada juga disampaikan Parlindungan Purba agar Balai Veteriner Medan jangan berpuas diri dengan kondisi tersebut. "Kita harus tetap waspada, karena Nias merupakan daerah yang menjadi perhatian Presiden Jokowi untuk pengembangan pariwisata dan kelautan," ujarnya sembari mengatakan mengapresiasi rencana Dirjen untuk mendorong Nias bebas rabies. "Ini menjadi kabar baik bagi kita. Tapi kita jangan berpuas diri," pungkasnya. (rel/A12/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
FKPD Gelar Aksi Penyalaan 1000 Lilin di Pelabuhan Simanindo
Polres Samosir Rekonstruksi Tenggelamnya KM Sinar Bangun di Pelabuhan Simanindo
Dua Tahun Memimpin, Visi Misi Bupati Ingati Nazara Tercapai 55 %
Nikson Nababan Imbau Masyarakat Ciptakan Situasi Kondusif
Pemkot Gunungsitoli Bangun Tugu Durian
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU