Home  / 
Peringati Hari Kanker Anak
RS Adam Malik Tangani 75 Kasus Leukemia per Tahun
Sabtu, 17 Februari 2018 | 17:33:42
SIB/Leo Bukit
FOTO BERSAMA: Sejumlah pasien kanker anak yang dirawat di RSUP H Adam Malik foto bersama dengan Prof Dr dr Bidasari Lubis SpA (K), Direktur Umum dan Operasional RSUP H Adam Malik Syamsudin Angkat, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik dr Mardianto SpPD dan Ketua YOAM Rizanul di Lantai I Gedung Rindu B RSUP H Adam Malik, Kamis (15/2).
Medan (SIB)- Memperingati Hari Kanker Anak se-dunia, orangtua dan pemerintah hendaknya mewaspadai dan sadar gejala kanker pada anak sejak dini. Beberapa kanker bahkan bisa dideteksi sejak bayi belum lahir. Hal itu disampaikan Prof Dr dr Bidasari Lubis SpA (K) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik saat peringatan Hari Kanker Anak se-dunia bersama Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM), Kamis (15/2).

Menurutnya, dukungan orangtua dan lingkungan sangat mempengaruhi kualitas hidup anak penderita kanker. "Untuk retinoblastoma (kanker selaput jala mata) dan neuroblastoma (kanker jaringan saraf) bisa dideteksi sebelum lahir, tetapi kalau leukemia tidak bisa," katanya didampingi Direktur Umum dan Operasional RSUP H Adam Malik, Syamsudin Angkat.

Ia mengatakan umumnya pasien kanker yang datang berobat sudah stadium lanjut. Apalagi RS Adam Malik juga merupakan pusat rujukan. Ke depan, ia berharap tenaga medik di layanan primer dapat merujuk pasien dengan kondisi lebih awal. "Kondisi awal kanker pada anak bisa kita lihat. Untuk leukemia misalnya, anak biasanya demam tidak sembuh-sembuh, nyeri tulang, adanya perdarahan dan pucat. Jika keadaannya begini, sebaiknya segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memiliki spesialis anaknya," jelasnya.

Selain leukemia, sambungnya, orangtua juga harus waspada dan jeli terhadap gejala lain yang berujung pada kanker. Kanker mata misalnya, anak yang memiliki mata normal bisa saja tiba-tiba menjadi juling atau seperti mata kucing. "Kemudian timbul benjolan yang tidak pernah ada sebelumnya di leher, ketiak dan perut. Harus diwaspadai, jangan berikan obat herbal atau dipijat karena akan membahayakan," terangnya

Berdasarkan data RSUP H Adam Malik, ia menyebutkan ada 75 kasus per tahun untuk leukemia. Ini angka tertinggi kanker anak. Karena RS pusat rujukan, jadi anak kanker yang datang biasanya sudah parah, kira-kira 60-70 persen sudah stadium lanjut. "Jika anak datang lebih dini, maka mempunyai angka kesembuhan cukup tinggi dibandingkan yang datang terlambat. Saat ini ada 45 anak kanker yang dirawat. Sedangkan yang menjalani kemoterapi rawat jalan (one day care) ada empat hingga tujuh anak dalam satu hari," sebutnya.

Ketua YOAM, Rizanul menuturkan melalui peringatan ini, ia memandang semua pihak perlu meningkatkan kesadaran deteksi dini kanker di setiap Puskesmas di Sumut. Bahkan jika perlu ada pelatihan kader Posyandu untuk membantu pendeteksian kanker di masyarakat. "Deteksi dini kami anggap perlu mengingat pertumbuhan jumlah pasien kanker bertambah. Setidaknya kami lihat dari pertumbuhan pasien dampingan kami. Selama ini YOAM aktif menggelar seminar deteksi dini kanker di berbagai tempat dan kalangan," ujarnya.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik, dr Mardianto SpPD menambahkan dari 10 besar penyakit di RS milik Kementerian Kesehatan itu, kasus onkologi merupakan terbanyak kelima. Saat disinggung mengenai beberapa obat kanker yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan, ia mengaku hal tersebut mengikuti aturan RS yang mengacu pada formularium nasional (fornas).

"Untuk obat, pihak farmasi rumah sakit sudah merekomendasikan ke kementerian jika ada obat yang tidak masuk agar dimasukkan ke fornas dan kita juga berharap dukungan pemerintah karena RS Adam Malik membutuhkan rumah singgah bagi para penderita kanker," pungkasnya. (A17/l)




Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Tim SAR Temukan 2 Titik Objek di Kedalaman 490 Meter Danau Toba
Kabar Terbaru: Posisi KM Sinar Bangun Berhasil Diidentifikasi
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU