Home  / 
Program PPKS Binjai Selamatkan Generasi Muda dari Narkoba dan Seks Bebas
Selasa, 13 Februari 2018 | 17:56:46
Binjai (SIB) -Wali Kota Binjai, HM Idaham, memimpin rapat evaluasi kegiatan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS)  dihadiri seluruh instansi  terkait, antara lain TP PKK Kota Binjai, BNN, Dinas Kesehatan, Kemenag, dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Camat se-kota Binjai,  di ruang rapat Wali Kota Binjai, di jalan Jenderal Sudirman, Senin (12/2).

Diungkapkan wali kota, rapat  dalam rangka evaluasi  pelaksanaan program PPKS bagi calon pengantin, terhitung Desember 2017 sampai Januari 2018, untuk dapat mengetahui apa yang perlu ditingkatkan, kendala yang dihadapi, serta solusinya.

"Sebelumnya saya bersyukur karena program ini dapat diterima masyarakat dan berjalan dengan baik. Program ini merupakan program yang pertama di Indonesia, dimana setiap pasangan calon pengantin diwajibkan melakukan tes urine untuk mengetahui apakah di antara pasangan calon pengantin ada yang positif narkoba," jelas Idaham.

Hal itu bertujuan demi menyelamatkan generasi muda dari pengaruh penyalahgunaan narkoba dan perilaku seks bebas. Dengan hadirnya program PPKS dapat mempersulit ruang gerak bandar narkoba, serta menciptakan keluarga muda yang bahagia dan sejahtera.

Selain itu, Wali Kota  HM Idaham juga menjelaskan, program PPKS bukan untuk menyusahkan masyarakat  namun untuk  menciptakan keluarga yang bahagia,  bebas narkoba dan terhindar dari seks bebas.

Wali kota mengingatkan  kepada camat dan lurah  agar  benar-benar menginformasikan jadwal  bimbingan konseling  kepada  calon pengantin. Sebab  kalau terlambat datang akan dianggap gagal. 

Wali kota menegaskan, setiap calon pengantin  wajib mengikuti  semua tahapan  dan tidak boleh ada dispensasi  terhadap pihak -pihak yang ingin melewati tahapan itu.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Lilik Rosdewati, memaparkan evaluasi berdasarkan data mulai Desember 2017 sampai Januari 2018 sebanyak 539  calon pengantin yang berasal dari lima kecamatan sudah mengikuti tes narkoba dan hasilnya 1 orang wanita dan 10 orang pria dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba, 5 orang wanita hamil  sebelum menikah, dan 46 orang wanita, serta 81 orang pria menikah di bawah usia ideal.

"Dari data tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa pasangan yang menikah di bawah usia ideal cukup tinggi," ungkapnya.

Lilik menuturkan bahwa masalah  yang dihadapi di lapangan yaitu Kepling kurang memahami perannya sebagai pendamping untuk mendatangkan calon pengantin hadir  tepat waktu untuk memenuhi jadwal  tes  dan konseling. Akibatnya psikolog tidak mau menandatangani kartu kendali  terhadap  catin yang terlambat datang dan  hal  ini menimbulkan asumsi  di masyarakat seolah program PPKS menyulitkan masyarakat yang ingin menikah.

Safwan Khayat, selaku Kepala BNNK Binjai, sangat mengapresiasi program Pemko Binjai. Program ini menjadi pembicaraan dalam berbagai pertemuan BNN di seluruh Indonesia, bahkan BNN Pusat sendiri mengungkapkan kekaguman kepada Kota Binjai dengan adanya program PPKS tes urine.

"BNN sangat terbantu dengan adanya program ini untuk memetakan  wilayah  yang rawan narkoba," kata Safwan Khayat.

Kepala Dinas Kesehatan, dr Mahaniari Manalu mengatakan bagi calon pengantin positif narkoba akan dilakukan tes selanjutnya yaitu tes HIV, bertujuan menyelamatkan generasi muda sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. (A25/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kapolsek Siantar Marihat Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas
Masih Banyak Ormas yang Belum Terdaftar di Badan Kesbangpol Simalungun
Pembentukan Pansus Hak Angket Harus Disetujui 2/3 Jumlah Suara Anggota
Tembok Penahan Tanah Berbiaya Rp 2,9 M yang Ambruk di Parbalogan Diaudit BPK
Paslon Jimmy Sihombing Sambangi Warga Desa Belang Malum Dairi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU