Home  / 
Gubsu Apresiasi Karantina Ikan Bandara Kualanamu Gunakan Sistem Canggih Pertama di Indonesia
Selasa, 13 Februari 2018 | 13:34:44
SIB/Dok
FOTO BERSAMA: Gubsu HT Erry Nuradi didampingi Kadis Perhubungan Provsu Anthony Siahaan, Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Dra Indah Dwi Kumala dan lainnya foto bersama dengan Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu BKIPM B Medan I Ir Anwar MSi yang didampingi Ka. Subbag Tata Usaha BKIPM Medan I Heni Ramadhani, SE dan Ka. Seksi Pengawasan Pengendalian dan Informasi, usai menerima Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Medan I tersebut, Senin (12/2) di ruang kerja Gubsu Lt. 10 Kantor Gubsu.
Medan (SIB) -Gubsu Dr Ir Erry Nuradi MSi mengapresiasi terobosan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandara Kualanamu yang melakukan modernisasi sistem pengawasan dan pelayanan secara terintegrasi. Dengan sistem canggih berbasis x ray dan warehouse pertama di Indonesia tersebut diharapkan meningkatkan sistem pengawasan.

Hal tersebut disampaikan Gubsu saat menerima Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Medan I, Senin (12/2) di ruang kerja Gubsu Lt. 10 kantor Gubsu. Hadir saat itu, Kadis Perhubungan Provsu Anthony Siahaan, Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Dra Indah Dwi Kumala dan lainnya. Juga Ka. Subbag Tata Usaha BKIPM Medan I  Heni Ramadhani SE dan Ka. Seksi Pengawasan Pengendalian dan Informasi.

Dikatakannya, fungsi pengawasan di Bandara akan semakin optimal dengan modernisasi sistem pengawasan terintegrasi yang dilakukan Karantina Ikan Bandara Kualanamu.

Dia menceritakan, menurut informasi banyak anak lobster yang merupakan hasil pembenihan di Sumatera Utara yang diekspor dan dibesarkan di luar negeri.
"Padahal pembenihannya ada di dalam negeri. Mestinya pembenihan dan pembesarannya ada di dalam negeri yang merupakan nilai tambah untuk dalam negeri. Demikian hal-hal seperti ini yang memerlukan pengawasan," ujar Gubsu.

Dikatakan, dalam rangka menunjang Sumatera Utara menjadi salah satu tujuan wisata dan perdagangan internasional, diperlukan beberapa fasilitas-fasilitas di Bandara seperti imigrasi dan karantina yang modern. "Karantina telah melakukan itu, dan merupakan yang pertama di Indonesia. Diharapkan dapat menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lainnya," sebut Gubsu.

Sedangkan Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu BKIPM B Medan I Ir Anwar MSi mengatakan, Balai Karantina Ikan Medan I akan melaunching sistem pengawasan, pelayanan dan pemeriksaan produk karantina ikan yang berbasis warehouse dan x ray. "Sistem ini menggunakan teknologi dan terintegrasi dengan semua lini untuk memodernisasi sistem pemeriksaan yang selama ini dilakukan secara manual," ujarnya.

Dikatakannya, sistem yang akan dilauncing ini akan menimbulkan efisiensi yang sangat tinggi terhadap distribusi produk, khususnya perikanan yang akan dilalulintaskan melalui Bandara Kuala Namu.

Selain itu, kata dia, Karantina Ikan juga berhasil mengkoneksikan dengan x-ray Bea Cukai Kuala Namu sehingga penumpang-penumpang yang datang dari luar negeri dapat dideteksi Karantina Ikan. "Dengan terintegrasinya sistem ini dengan semua lini akan membuat pekerjaan ini menjadi lebih efisien. Diharapkan ini akan meningkatkan pelayanan bagi penumpang yang masuk dan keluar melalui Bandara Kuala Namu," ujar Anwar seraya berharap agar Gubsu dapat melaunching sistem tersebut dalam waktu dekat ini. (A11/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Caleg Partai NasDem, Bongotan Siburian Janji Tampung Aspirasi Rakyat Kecil
Deklarasi Damai Pemilu 2019 Digelar di Pekanbaru
NasDem: Pemanggilan Bawaslu ke Kepala Daerah Pro-Jokowi Berlebihan
MPR Minta Masyarakat Rileks Hadapi Pemilu 2019
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan Terima Studi Banding SMP Swasta Imelda Medan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU