Home  / 
Mobil Angkutan Online Berusia Tiga Tahun Diminta Tidak Perlu Uji KIR
Jumat, 9 Februari 2018 | 12:45:59
Medan (SIB) -Usia kendaraan seperti mobil yang baru berusia tiga tahun tidak perlu dilakukan uji KIR. Hal ini disampaikan Ketua Komisi A DPRD Medan Andi Lumban Gaol  menyikapi adanya  kewajiban uji KIR terhadap mobil angkutan dalam jaringan (daring) sesuai Permenhub 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Dengan Kenderaan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

"Semestinya,  ada aturan yang tidak memberatkan pemilik mobil. Bantu jugalah masyarakat itu untuk berusaha dan bekerja. Untuk mobil usia 3 tahun, saya pikir tidak perlulah diuji. Sebab kondisinya masih laik  jalan," katanya, Kamis (8/2).

Menurut Andi, kehadiran angkutan daring atau online hakikatnya membuka peluang kerja bagi masyarakat luas. Apalagi, dalam kondisi sulitnya lapangan kerja dan ekonomi dewasa ini, menjadi driver atau pengemudi angkutan daring tentu pilihan untuk bertahan hidup. "Oleh karenanya diharapkan pemerintah dalam membuat kebijakan harus arif dan bijaksana. Terlebih (kebijakan) yang diterapkan harus pro rakyat kecil," katanya.

Mengenai hal-hal yang umum, lanjut Andi, silahkan saja untuk diterapkan. Seperti harus berbadan hukum sebagai legalitas bahwa pengemudi tersebut jelas tempat bernaungnya. Bersaingnya sopir taksi online dan konvensional tak bisa dipungkiri, tetapi pelayanan hal utama menjadi tolak ukur konsumen  untuk memilih menggunakan angkutan tertentu.

"Kita mendoronglah agar Pemko dalam hal ini arif dan bijaksana, jangan sampai menghempang kemajuan IT. Harus dipikirkan, dikembangkan dengan berbagai perbaikan dan dinamika sosial yang ada. Sebab tiap daerah tentu beda gejolak dan dinamikanya. Di satu sisi kehadiran mereka (taksi online) sangat positif, karena mampu menciptakan lapangan kerja baru untuk orang banyak," ujarnya.

Di samping itu,  pihak aplikator turut  diingatkan menjaga itikad baik kepada driver taksi onlinenya. Jangan sekadar mencari celah dan mencari keuntungan semata atas bisnisnya. "Jangan pula ketika persyaratan sudah mampu dilengkapi drivernya, lalu dengan seenaknya hubungan bisa diputus begitu saja. Bantu jugalah driver mereka agar akun yang dimiliki tidak terkena suspend. Karena ada saya baca di media cetak, kalau si pengemudi sudah melengkapi ketentuan tapi lantaran sesuatu hal malah seperti kena sanksi dari pihak aplikatornya," katanya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan  Pengendalian dan Keselamatan (PP&K) Dishub Medan Edison Brase Sagala tetap menegaskan, untuk angkutan umum di bawah tiga tahun tetap diwajibkan untuk uji KIR. "Uji KIR inikan sifatnya rutin, skalanya 6 bulan sekali. Jadi  memang diwajibkan," katanya. (A10/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bacaleg DPRD SU Jan Rismen Saragih Suarakan Pemekaran Kabupaten Simalungun
Kapolres Tes Urine Mendadak Personil Satres Narkoba Polres Simalungun
Partai Golkar Simalungun Gelar Rapat Koordinasi Atur Strategi Perolehan Suara di Pileg dan Pilpres 2019
Seratusan Pengemudi Angkutan Online Unjukrasa ke Kantor DPRD P Siantar
Kelompok Tani di Sumut Dapat Bantuan Hibah Sapi dan Kambing
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU