Home  / 
Pasca Penganiayaan Pengemudi Ojek Online
Seratusan Driver Gojek dan Grab Sweeping Sopir Angkot di Medan
Minggu, 14 Januari 2018 | 12:57:00
SIB/Roy Surya Damanik
AMANKAN: Petugas Sat Sabhara Polrestabes Medan dan Polsek Percut Sei Tuan mengamankan sorang driver angkutan online sepedamotor yang diduga terlibat memecahkan kaca belakang mobil angkot, di Jalan Perjuangan, Kecamatan Medan Perjuangan, Sabtu (13/1).
Medan (SIB) -Seratusan driver atau pengemudi angkutan online sepeda motor dari perusahaan Gojek dan Grab bergabung melakukan sweeping terhadap sopir Angkot di Jalan Perjuangan, Kecamatan Medan Perjuangan, Sabtu (13/1) pagi. Dalam aksi tersebut, satu orang diamankan polisi karena diduga terlibat memecahkan kaca bagian belakang Angkot Rahayu 57 BK 7958 DK.

Aksi sweeping itu buntut dari aksi penganiayaan yang dialami dua rekan mereka sesama driver angkutan online sepedamotor di Jalan Jamin Ginting/Simpangkuala Medan Johor. Seratusan driver melakukan konvoi di seputaran Jalan Selamat Ketaren Desa Medan Estate, Percut Seituan, sembari menunggu rekan mereka yang lainnya.

Setelah berkumpul, konvoi angkutan online itu melaju ke Jalan Perjuangan guna melakukan sweeping. Tiba-tiba Angkot Rahayu 57 BK 7958 DK melintas di lokasi kejadian sehingga peserta konvoi menghentikannya. Dengan spontan, para driver melempar kaca belakang mobil hingga pecah. Sedangkan sopir Angkot yang identitasnya belum diketahui langsung kabur.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SIK SH MSi yang menerima adanya kericuhan tersebut turun ke lokasi bersama puluhan personil Sat Sabhara Polrestabes Medan dan personil Polsek Percut Sei Tuan. Para driver tersebut berhamburan membubarkan diri. Sedangkan satu orang diamankan polisi karena diduga terlibat perusakan, lalu diboyong ke Mapolrestabes Medan guna menjalani pemeriksaan.

Pantauan wartawan, personil Sat Sabhara masih berjaga-jaga di lokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Sedangkan petugas lainnya berusaha membubarkan para driver yang masih berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Seorang personil kepolisian yang tak ingin namanya dikorankan mengatakan jika buntut sweping itu diduga dipicu penganiayaan terhadap 2 driver angkutan online sepedamotor di Jalan Jamin Ginting/Simpang Kuala Medan Johor, Jumat (12/1) sore. "Diduga itu pemicunya. Makanya berlanjut hingga saat ini," kata petugas.

Dilokasi lain, puluhan driver ojek online juga mendatangi kawasan Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Kwalabekala Medan Johor sebagai tempat kejadian perkara rekan mereka mengalami tindakan penganiayaan.

Informasi yang dihimpun wartawan, puluhan driver gojek datang menelusuri kawasan Jalan Jamin Ginting Kelurahan Simpangkwala Medan Johor. Peristiwa ini sempat membuat situasi mencekam. Sejumlah angkutan umum kota (Angkot) yang diduga takut melintas ada yang menurunkan paksa penumpangnya di pinggir jalan.

Beruntung   di lokasi  kejadian,  puluhan petugas kepolisian sektor Delitua dan personil Dit. Jajaran Sabhara Poldasu sudah diturunkan  untuk mengamankan situasi.

Polsek Delitua masih melakukan pendalaman atas peristiwa tersebut dan berjaga-jaga guna mengantisipasi adanya bentrok susulan.

Sebelumnya diberitakan, ratusan driver sepeda motor Gojek dan Grab, Jumat (11/1) sekira pukul 18.00 WIB mendatangi Polsek Delitua di Jalan Besar Delitua-Medan. Mereka   melaporkan 2 orang rekannya yang jadi korban penganiayaan diduga dilakukan sopir angkutan umum (Angkot).

Pantauan wartawan di Polsek Delitua,  ratusan driver Gojek dan Grab langsung "menyeruduk" kantor Polsek Delitua sembari membopong  2 rekan mereka yang diketahui bernama Acong (28), warga Jalan Starban Medan Polonia yang mengalami luka robek di kepala belakang dan mengeluarkan darah.

Sementara itu rekannya bernama Roy (21), warga Perumnas Simalingkar Medan Tuntungan, mengalami luka lebam di wajah dan sekujur tubuhnya. Kedua pria ini langsung diarahkan petugas ke SPKT Polsek Delitua.

Salah seorang rekan korban, bercerita peristiwa terjadi pukul 15.00 WIB,  bermula saat seorang rekan mereka terlibat cekcok, diduga akibat rebutan penumpang  dengan seorang pengemudi Angkutan Kota (Angkot) di Jalan Jamin Ginting, tak jauh dari Pajak USU (Pajus). Aksi "rebutan" penumpang itu  diduga mengakibatkan keduanya   saling maki.

Tidak terima dengan peristiwa itu, puluhan driver  Gojek dan Grab  mengejar sopir angkot tersebut hingga ke arah Jalan Jamin Ginting/Simpangkuala Medan Johor, tidak jauh dari loket bus. Di tempat tersebut, kelompok ini kembali cekcok dengan puluhan orang diduga  rekan sopir Angkot yang mereka kejar, hingga sempat terjadi bentrok.

Akibat peristiwa ini, driver  Grab sepeda motor bernama Acong (28) mengalami luka robek dan mengeluarkan darah di bagian kepala belakang, diduga dipukul menggunakan balok kayu. Sementara rekannya bernama Roy (21) mengalami luka lebam di wajah dan sekujur tubuhnya. (A20/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Partai Perindo Target 70 Persen Suara untuk Pasangan Jokowi - Amin di Sumut
Ratusan Warga Porsea Berangkatkan dan Doakan Caleg DPR RI Partai Hanura Edison Manurung
Bupati Karo Launching Musik Campursari Diatonis dan Pentatonis di Berastagi
Penyanyi Cilik Berdarah Indonesia Dapat Golden Ticket American Idol
Nostalgia Artis 3 Generasi Lantunkan Lagu Top-40
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU