Home  / 
Satu Tersangka Korupsi Alkes Binjai Masih Buron
Sabtu, 13 Januari 2018 | 15:18:53
Medan (SIB)- Seorang tersangka korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Djoelham Binjai,  senilai Rp14 miliar pada 2012 masih buron.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumut Sumanggar Siagian di Medan, Jumat (12/1), mengatakan tersangka itu adalah berinisial MS, mantan Direktur RSUD Djoelham Binjai.

Sebelumnya, menurut dia, dua orang menjadi buron yakni mantan Direktur RSUD Djoelham Binjai dan CPT, mantan Kepala ULP RSUD Djoelham Binjai.
"Namun, ternyata tersangka CPT telah menyerahkan diri ke kantor Kejaksaan Negeri Binjai, Rabu (10/1) sekitar pukul 11.00 WIB," ujar Sumanggar.
Ia menyebutkan penyerahan tersangka itu didampingi oleh pihak keluarganya.

Hampir satu bulan tersangka itu menghilang dari rumah dan juga tidak pernah masuk bekerja di RSUD Djoelham Binjai.

"Tersangka tersebut tinggal secara berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, karena hidupnya merasa tidak tenang," ucapnya.

Sumanggar menyebutkan, Kejari Binjai hingga kini masih terus mencari tersangka MS, yang tidak diketahui dimana bersembunyi.

"Kita berharap kepada tersangka MS, segera menyerahkan diri dengan secara baik-baik ke Kejari Binjai," kata juru bicara Kejati Sumut itu.

Kejari Binjai telah menahan empat tersangka dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Binjai.

Keempat tersangka itu, yakni berinisial CPT, mantan Kepala ULP RSUD Djoelham Binjai, SYA, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), SHD, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa, serta TD, Direktur PT Masarinda Abadi.

Sedangkan, dua tersangka lainnya yakni BA, Kepala Cabang Kimia Farma Medan pada 2012, dan FNC Direktur PT Petan Daya, tidak dilakukan penahanan karena mereka kooperatif.

Kasus korupsi proyek pengadaan Alkes RSUD Djolham Binjai yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp14 miliar, sedangkan kasus itu merugikan keuangan negara Rp3,5 miliar sesuai hasil audit BPKP Sumut.

Dalam kasus korupsi tersebut, para tersangka melakukan penggelembungan harga untuk pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pihak RSUD Djoelham Binjai serta tidak sesuai dengan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 54 Tahun 2010.

Kejaksaan Negeri Binjai pada Senin (6/11) menetapkan tujuh tersangka kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di RSUD Djoelham Kota Binjai senilai Rp14 miliar bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2012.

Penetapan tujuh tersangka itu berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik pidana khusus di depan pimpinan Kejari Binjai pada awal November 2017.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Binjai menggeledah rumah mantan Direktur RSUD Djoelham Binjai berinisial MS di Kelurahan Selayang I, Kota Medan, terkait dengan penanganan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan senilai Rp14 miliar dari dana APBN Tahun Anggaran 2012.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumut Sumanggar Siagian di Medan, Kamis (11/1), mengatakan penggeledahan dilakukan penyidik Kejari Binjai, sedangkan tersangka tidak berada di rumah.

Ia mengatakan selama beberapa minggu ini tersangka kasus tersebut menghilang dan jarang masuk kerja di RSUD Djoelham Binjai.
"Penggeledahan rumah tersangka yang cukup mewah itu, Senin (8/1) untuk mencari beberapa barang bukti, dalam kasus korupsi yang merugikan keuangan negara tersebut," ujar Sumanggar.

Ia menyebutkan penyidik sudah beberapa kali melayangkan pemanggilan terhadap mantan orang pertama di RSUD Djoelham Binjai, namun yang bersangkutan tidak pernah hadir di Kejari Binjai.

Selain itu, tersangka juga tidak diketahui di mana berada, sehingga Kejari Binjai menetapkan status Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Sampai saat ini penyidik masih terus mencari tersangka," ucapnya. (Ant/d)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Partai Perindo Target 70 Persen Suara untuk Pasangan Jokowi - Amin di Sumut
Ratusan Warga Porsea Berangkatkan dan Doakan Caleg DPR RI Partai Hanura Edison Manurung
Bupati Karo Launching Musik Campursari Diatonis dan Pentatonis di Berastagi
Penyanyi Cilik Berdarah Indonesia Dapat Golden Ticket American Idol
Nostalgia Artis 3 Generasi Lantunkan Lagu Top-40
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU