Home  / 
Proses Pencalonan Pilgubsu di Luar Nalar Politik
Selasa, 9 Januari 2018 | 14:39:58
Medan (SIB)- Tiga pasangan calon yang telah muncul sebagai calon Gubsu, itulah hasil maksimal yang diperoleh walaupun baru satu pasangan yaitu Edy Ramayadi dan Ijeck yang resmi mendaftar ke KPU. Pasangan ini banyak didukung partai politik, sementara pasangan JR Saragih-Ance didukung  tiga partai politik, serta Djarot dan Sihar Sitorus yang masih menunggu perkembangannya.

Pengamat Sosial Politik USU Drs Wara Sinuhaji MHum kepada wartawan di Medan, Senin (8/1) mengaku tidak habis pikir   karena Gubsu T Erry Nuradi sebagai petahana dan  juga sebagai Ketua Partai Nasdem Sumut bisa kehilangan perahu. Kejadian itu menurutnya di luar logika dan nalar politik. Sebagai ketua partai dan petahana seharusnya partainya memertahankan mati-matian untuk mendapatkan kursi dan berkoalisi dengan partai lain.

"Di luar logika saya lagi, kenapa untuk Edy Ramayadi menumpuk banyak partai politik. Berarti Edy pandai melobi dan meyakinkan Parpol, kata Wara.
Di sisi lain, aneh baginya karena bukan kadernya yang didukung partai tetapi eksternal kader, seharusnya kader internal yang jadi prioritas utama. Hanya PDIP dan Demokrat yang mengusung kadernya sendiri. "Apa yang dilakukan ketiga kandidat ini, kita tunggulah kampanyenya. Sementara kepada masyarakat marilah kita laksanakan Pilgub ini secara elegan dan bermartabat," ucap Wara.

Kepada  tiga  pasangan calon diharapkan mengerti kondisi sosial masyarakat Sumut yang heterogen dan multikultural. Kita harus fair play dan tidak menyinggung masalah-masalah SARA. Rasional berpolitik dan memilih dan menentukan kandidat yang mau dipilih. Sudah sepantasnya kita memberikan pencerahan kepada masyarakat agar rasional dan tidak emosional ikut Pilkada," timpalnya.

Menurut Wara, di dalam dunia politik, gelar akademis tidak laku, gelar akademik itu lakunya di kampus. Di luar kampus itu ada seni berpolitiknya dan mampu melakukan lobi-lobi. "Harus mampu melakukan lobi-lobi kepada ketua Parpol di pusat (Jakarta). Dalam dunia politik ada etika. Karena partai kita sistem sentralistik. Bila ada dukungan harus segera mampu menguncinya, sehingga dukungan itu tidak dicabut lagi," kata Wara. (A01/f)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Caleg Partai NasDem, Bongotan Siburian Janji Tampung Aspirasi Rakyat Kecil
Deklarasi Damai Pemilu 2019 Digelar di Pekanbaru
NasDem: Pemanggilan Bawaslu ke Kepala Daerah Pro-Jokowi Berlebihan
MPR Minta Masyarakat Rileks Hadapi Pemilu 2019
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan Terima Studi Banding SMP Swasta Imelda Medan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU