Home  / 
Banyak Kepala Desa di Indonesia Ternyata Belum Paham Isi Nawacita
* Alexia Purba: Ormas Pendukung Jokowi Wajib Sosialisasikan Nawacita ke Masyarakat
Rabu, 13 Desember 2017 | 14:56:28
Medan (SIB)- Koalisi Masyarakat Peduli Nawacita, mengajak  Ormas dan LSM-LSM maupun institusi dan individu di negeri berperan aktif dalam aksi sosialisasi makna, isi dari agenda Nawacita di daerah-daerah.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Nusantara pro-Jokowi (DPD Mutiara Jokowi) Provinsi Sumut, Alexia Sumbaga Purba, selaku kordinator Koalisi Masyarakat Peduli Nawacita di Sumut, mengaku prihatin karena masih banyak elemen masyarakat, bahkan para kepala desa maupun pejabat, yang belum tahu isi dari Nawacita yang terdiri dari sembilan program prioritas pemerintahan Jokowi-JK saat ini.

"Namanya saja 'Ormas' atau 'LSM', secara normatif wajib berperan menyosialisasikan program atau kebijakan pemerintah seperti Nawacita ini melalui berbagai program interaksi. Selain akan menjadi perekat aktif yang dekat ke pemerintah dan masyarakat, ini juga akan memulihkan citra LSM atau Ormas ke arah yang lebih positif," kata Alexia Purba kepada pers di Medan, Sabtu (9/12).

Dia mencetuskan hal itu dalam temu pengurus menjelang rapat kerja daerah (Rakerda) Mutiara Jokowi Sumut, di Aula Aceh Corner kompleks Unimed Medan. Rapat yang dipandu Gunawan Sinambela dari Sekretariat Mutiara Jokowi Sumut itu, antara lain menyusun rencana kerja koalisi yang akan melibatkan sejumlah Ormas dan LSM pendukung Jokowi yang ada di Sumut selama ini.

Dalam rapat itu juga terungkap satu kejadian kecil tapi dianggap serius, tentang para kepala desa yang ikut acara silaturahmi Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) yang digelar Kamis malam 24 November lalu. Usai pembukaan, Menteri Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PPDT) Eko Putro Sandjoyo menggelar acara selingan berupa kuis kepada para kepala desa yang hadir tentang apa isi atau bunyi dari Nawacita yang ke-3, dengan hadiah Rp1 juta kepada yang bisa menjawab benar.

Mendes sebenarnya sudah menyebutkan isi Nawacita ke-3 itu, yaitu 'membangun Indonesia dari pinggiran dengan memerkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan'. Namun, seperti yang disaksikan pers malam itu, satu persatu kepala desa yang maju ternyata menjawab salah, bahkan ada yang menebak-nebak dengan mengakomodir teks yang sudah disebutkan menteri tersebut.

Hingga lima orang kepala desa naik bergantian menjawab, sambil tergesa-gesa mencari jawaban dalam 'google' di Ponsel masing-masing, atau berbisik buru-buru bertanya kepada rekannya. Jawabannya tetap salah. Namun, Mendes dengan maklum dan disertai 'pengarahan' akhirnya memberikan hadiah Rp3 juta kepada tiga kepala desa yang menjawab 'hampir benar' poin ke-3 Nawacita tersebut.

"Terus terang, kami sendiri di Ormas atau LSM masih banyak yang belum hafal Nawacita itu. Tapi dari kejadian itu kita tentu terpanggil atau tergerak untuk mengetahui dan ikut menyosialisasikan Nawacita itu," ujar Alexia Purba, didukung para rekannya, sembari menunjukkan tek Nawacita tersebut.

Dukungan itu ditegaskan Komunitas Pro Nawacita (Pronata) Sumut yang diketuai Binsar Simatupang SE bersama Sekretaris Iswarni Nasution SH MkN dan bendahara Rusdi Taslim, Ketua Serikat Buruh Nawacita Edward Pakpahan SH yang juga Ketua Relawan Jokowi di Sumatera (Rejos), dan John Sitompul SSos dari Forum Masyarakat Peduli Nawacita.

Nawacita itu adalah pertama, menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman seluruh warga negara. Kedua, membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif dan demokratis. Ketiga,  membangun Indonesia dari pinggiran dengan memerkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Keempat, menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya. Kelima, meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program Indonesia Pintar, Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera. Keenam, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Ketujuh, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. Kedelapan, melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional. Kesembilan, memperteguh kebhinekaan dan memerkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memerkuat pendidikan kebhinekaan. (A04/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
DPD FSPTI-KSPSI Sumut Sosialisasi SK Menkumham RI
Irwan Sihombing Minta Pelaku Pencuri Betor Ditahan Polisi
Kesbangpol Kunjungi Kantor LPHRI Sergai di Bandarkhalifah
Wawako Binjai Mengajak Perangkat Daerah Terus Berinovasi
Ashari Tambunan Dianugerahi Tokoh Kebhinekaan oleh MUI Deliserdang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU