Hotel Tapian Nauli
Home  / 
DPRDSU : Penentuan Batas Daya Dukung Danau Toba Berbasis KJA Harus Berkeadilan
* Kelestarian Danau Toba Harus Tetap Jadi Prioritas
Kamis, 7 Desember 2017 | 17:50:21
Medan (SIB) -Komisi B DPRD Sumut menekankan, kebijakan pemerintah dalam menentukan batas daya dukung Danau Toba untuk usaha perikanan berbasis Kerambah Jaring Apung (KJA) harus mengedepankan prinsip keadilan, tanpa harus mengabaikan pelestarian lingkungan. Sebab kelestarian Danau Toba harus menjadi prioritas.

"Komisi B sepakat kelestarian Danau Toba harus tetap menjadi prioritas, tetapi kesempatan berusaha masyarakat di kawasan danau juga tidak boleh terabaikan," kata anggota Komisi B DPRD Sumut Aripay Tambunan dalam rapat dengar pendapat dengan perusahaan perikanan air tawar PT AN (Aquafarm Nusantara) dan Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut yang dipimpin Ketua Komisi B Robi Agusman Harahap, Rabu (6/12) di DPRD Sumut.

Sebagaimana diinformasikan, ujar Aripay, pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2014 telah merekomendasikan batas daya dukung perairan Danau Toba untuk usaha KJA sebanyak 50.000 ton ikan/tahun.

Sementara Pemprovsu melalui surat keputusan Gubernur No188.44/213/KPTS/2017, menetapkan daya tampung maksimum Danau Toba untuk budidaya perikanan sebanyak 10.000 ton ikan/tahun.

 Aripay memastikan, jika keputusan Gubsu tersebut diberlakukan, maka akan banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang selama ini bergerak di bidang usaha perikanan di Danau Toba akan gulung tikar atau bangkrut dan tentunya terimbas  terhadap banyaknya pekerja dan masyarakat sekitar kehilangan sumber mata pencaharian.

Berkaitan dengan itu, Aripay yang juga politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengajak semua instansi terkait agar duduk bersama untuk membahas secara rinci berapa batas daya dukung maksimum perairan Danau Toba untuk usaha KJA, sebab untuk menetapkannya harus dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan pola pendekatan secara terukur.

Aripay  meyakini, semua permasalahan tersebut bisa dituntaskan secara baik jika pemerintah bersama para pemangku kepentingan dan investor memiliki sudut pandang yang sama untuk memprioritaskan aspek kelestarian lingkungan Danau Toba yang diproyeksikan oleh pemerintah pusat sebagai 10 destinasi wisata utama di Indonesia.

Sementara itu, anggota Komisi B Richard Sidabutar meminta  PT AN dalam mengembangkan usaha KJA di Danau Toba lebih pro aktif melaksanakan program pemberdayaan masyarakat sekitar objek wisata kebanggaan Sumut itu, seperti di bidang pendidikan, ekonomi dan infrastruktur.

"Kami berharap PT AN selain bersedia meningkatkan alokasi dana program pemberdayaan masyarakat atau CSR, juga berkomitmen terhadap program pengembangan pariwisata Danau Toba," ujarnya sembari mengingatkan semua pihak yang selama ini mengembangkan usaha KJA di Danau Toba memperhatikan aspek pariwisata sebagai salah satu sumber devisa.

Menanggapi hal itu,  Eksekutif  PT AN Rudi menjelaskan,   PT AN selama  tahun 2016 dan 2017 telah melakukan  kewajibannya dalam hal pembayaran  pajak bumi mencapai   Rp122.784.672 dan tetap pro aktif mendorong kegiatan pemberdayaan masyarakat dan lingkungan hidup.

"Kami bertanggungjawab dan berinisiatif secara sosial dalam semua praktik bisnis, termasuk mendorong program yang melibatkan ribuan orang dalam setiap tahun," katanya didampingi staf Bidang Komunikasi dan Sosial PT AN Saruhum Rambe.

Selain itu, katanya, PT AN selama Januari hingga Oktober 2017 telah melaksanakan kewajibannya membayar pajak penerangan jalan (PPJ) sebesar Rp1.351.998.455, serta pembayaran pajak dan retribusi ke pemerintah daerah sebesar Rp5.207.418.471. (A03/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
DPRD Langkat Gelar Paripurna Penyampaian Hasil Reses
Konjen RRT Beri Bantuan Korban Pengungsi Erupsi Sinabung
Kodim Dairi Gotong Royong Bersama Warga Bersihkan Irigasi Belang Malum
Tinggal Digubuk Reot, Bunga Ria Nainggolan Terima Bantuan Bahan Bangunan dari Kapolres Dairi
Bupati Samosir Serahkan Alat-alat Kebersihan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU