Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Pemprov Sumut Daftarkan 332.010 Jiwa ke Program JKN-KIS
Kamis, 7 Desember 2017 | 11:40:08
SIB/Bukit
TANDATANGAN: Kepala Dinas Kesehatan Sumut Drs Agustama Apt MKes bersama Deputi Direksi BPJS Kesehatan Sumut-Aceh dr Budi Mohamad Arief melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama Jamkesda Provinsi Sumut untuk tahun 2018 di Kantor Dinas Kesehatan Sumut, Selasa (5/12).
Medan (SIB) -Integrasi program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke program JKN-KIS merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah (Pemda) atas keberlangsungan program JKN-KIS. Dukungan Pemda terhadap keberlangsungan program JKN-KIS untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) sangatlah strategis.

Salah satu Pemda tingkat provinsi yang secara bertahap mengintegrasikan pelaksanaan Jamkesda ke dalam program JKN-KIS adalah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sampai November 2017, peserta JKN-KIS segmen Peserta Bantuan Iuran (PBI) APBD Provinsi Sumatera Utara atau yang lebih dikenal dengan peserta program 'Sumut Sehat' mencapai 332.010 jiwa.

"Hari ini, kita kembali menandatangani perjanjian kerjasama dengan BPJS untuk mengintegrasikan Jamkesda Provinsi Sumut, yang  dikenal dengan program 'Sumut Sehat' ke dalam program JKN-KIS untuk tahun 2018. Sebanyak 332.010 jiwa yang tersebar di seluruh kabupaten/kota akan dijamin pelayanan kesehatannya oleh pemerintah provinsi pada tahun 2018. Mereka akan memiliki akses ke fasilitas pelayanan kesehatan provider BPJS di seluruh Indonesia.
Terbukanya kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan adalah hal yang sangat penting, karena kami meyakini bahwasanya masyarakat Sumut yang kreatif dan produktif hanya akan terwujud dari masyarakat yang sehat jasmani dan rohani," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Drs Agustama Apt MKes dalam sambutan pada kegiatan penandatanganan perjanjian kerjasama Jamkesda Provinsi Sumut untuk tahun 2018 di Kantor Dinas Kesehatan Sumut, Selasa (5/12).

Agustama mengatakan penandatanganan ini merupakan bukti dari komitmen pemerintah provinsi dalam menjamin kesehatan para masyarakat miskin dan tidak mampu di seluruh kabupaten/kota se-Sumut serta sebagai tugas dari pemerintah daerah dalam mendukung terlaksananya program strategis nasional.

"Tidak boleh lagi kita dengar ada masyarakat miskin dan tidak mampu di Sumut yang terancam jiwanya hanya karena tidak memiliki biaya untuk berobat. Harapan kami program ini akan mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat Sumut," tegas Agustama.

Sementara, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Sumut-Aceh, dr Budi Mohamad Arief mengapresiasi komitmen pemerintah provinsi yang telah mengintegrasikan Jamkesda Provinsi Sumut ke dalam program JKN-KIS yang dikelola  BPJS Kesehatan secara bertahap. "Semoga komitmen pemerintah provinsi ini dapat menjadi inspirasi serta motivasi bagi Pemda lainnya yang sudah maupun belum bergabung dengan BPJS.  Semoga program Sumut Sehat ini menaikkan derajat hidup penduduk Indonesia khususnya di Sumut," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Budi juga menyampaikan harapan bahwa kegiatan ini tidak hanya berdampak terhadap penambahan peserta saja, melainkan mampu menjadi jembatan untuk kerjasama dalam rangka memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat tentang program JKN-KIS melalui sosialisasi bersama di kegiatan-kegiatan lainnya. "Kesuksesan program JKN-KIS tidak semata-mata menjadi tanggungjawab dari BPJS, melainkan menjadi tanggungjawab kita semua," ungkap Budi. (A17/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Samosir Serahkan Alat-alat Kebersihan
Dinas PP dan PA Tapsel Gelar Seminar Etika Perempuan dalam Organisasi
Tim Penilai Kecamatan Terbaik Turun ke Marancar Tapsel
BPJS Ketenagakerjaan Sibolga Keluhkan Pembayaran Iuran Jasa Konstruksi di Tapteng
Sedang Dikerjakan, Aspal Jalan Lahusa-Gomo Sudah Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU