Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Pipa Induk Pecah, Terjadi Krisis Air di Kawasan Medan Sekitarnya
Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:15:34
Medan (SIB) -Akibat pipa pecah di bawah bangunan rumah penduduk, PDAM Tirtanadi kesulitan melakukan perbaikan. Pihak PDAM Tirtanadi Medan harus bekerja ekstra keras untuk memperbaiki kerusakan pipa induk berdiameter 1.000 mm yang berlokasi di Jalan Stasiun Kereta Api Duren/Jalan Purwo Gang Anyelir. Perbaikan sudah berlangsung sejak Minggu (22/10) dan masih berlangsung hingga Senin malam (23/10).

Hal itu diungkapkan Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi Delviyandri kepada wartawan, Senin malam (23/10).

Dijelaskannya, kondisi medan dan letak pipa yang berada di bawah rumah warga membuat petugas tidak leluasa melakukan perbaikan sehingga perbakan memerlukan waktu agak lama. "Tadi malam sekitar pukul 12.000 WIB dinding rumah warga roboh, untungnya tidak ada petugas yang berada di bawahnya," kata Delviyandri.

Robohnya dinding rumah dan tanah di lokasi galian pipa bocor membuat pekerjaan makin lama, karena petugas kembali harus mengangkat bebatuan dan tanah longsor yang jatuh ke dalam galian pipa. Terkait adanya bangunan di atas pipa besar PDAM Tirtanadi, menurut Delviyandri, itu memang sudah di luar kewenangan mereka, karena lahan tempat pipa ditanam adalah tanah milik PJKA. Dikatakannya, di lahan itu adalah jalan-jalan kereta api dan harusnya memang tidak ada bangunan di sana karena merupakan jalur hijau. "Pada saat pemasangan pipa, sudah ada koordinasi dengan pihak PJKA. Sehingga kalau ada bangunan di atas jalur pipa, bukan lagi wewenang PDAM Tirtanadi," katanya.

"Harusnya tidak ada izin bangunan di atas pipa. Karena kalau ada kerusakan seperti ini, maka akan berisiko bagi warga di samping upaya perbaikan menjadi terkendala," ujarnya.

Menurutnya, PDAM Tirtanadi juga sudah berupaya mengimbau dan memberitahu warga bahwa di jalur itu ada pipa transmisi air bersih. pihaknya  juga memasang patok sebagai penanda bahwa di jalur itu ada pipa transmisi, namun warga maupun pemberi izin membangun tidak mengindahkannya. Bahkan mencabut patok-patok tersebut. Diceritakannya, jaringan pipa itu dibangun pada tahun 1990 pada saat MUDP (Medan Urban Development Project) Tahap I.

"Pemasangan pipa dari IPA Delitua sepanjang lebih kurang 20 kilometer dengan diameter 1.000 MM dan terbuat dari fiber yang memang rawan tekanan," katanya.
Lalu mengenai penyebab kerusakan pipa, dikatakan, itu adalah karena adanya semacam "water hummer" yang membuat pipa dari bahan fiber itu rusak.

"Secara teknis, penyebab rusaknya pipa adalah terjadinya lonjakan air atau tekanan secara tiba-tiba yang disebut juga 'water hummer'. Ini bisa disebabkan matinya aliran listrik sehingga aliran air terhenti secara tiba-tiba dan kemudian hidup kembali menggunakan genset sehingga aliran air yang berjalan tiba-tiba mengakibatkan goncangan dalam pipa. Padahal pipa yang terbuat dari fiber itu rentan goncangan tiba-tiba maka terjadilah kebocoran," terang Delviyandri
Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi lagi, dikatakan Delvriandi, salah satu upaya yang mungkin dilakukan adalah relokasi pipa. "Ke depan mungkin akan ada upaya relokasi pipa sekaligus mengganti bahan pipa. Ini tentu membutuhkan biaya sangat mahal, tapi tentu saja tetap harus dipikirkan," katanya Ditambahkannya, dalam proses perbaikan pipa yang mengakibatkan bangunan rumah rusak, pihak PDAM Tirtanadi tetap membantu yang punya bangunan.

Pantauan wartawan, selang berapa lama Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo datang ke lokasi kebocoran pipa didampingi Sekretaris Perusahaan Jumirin, Aisten I Sekretaris Perusahaan Zaman K Mendrofa.

Ketika ditanya SIB kapan berfungsinya air sehingga bisa didistribusi ke pelanggan, Jumirin mengatakan, mudah-mudahan  malam ini (Senin malam-red) distribusi air bisa lancar.

Diketahui, akibat pipa transmisi 1000 MM Delitua pecah, distribusi air di kawasan puluhan jalan di Medan sekitarnya terganggu. Kebocoran tersebut diketahui pada Kamis (19/10), namun baru dapat dikerjakan Jumat malam (20/10) dan hanya penanggulangan sementara, ujar Jumirin kepada wartawan, Sabtu (21/10). (A2/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
JK Pimpin Mediasi Perdamaian Afghanistan di Istana Wapres
Kesuksesan MTQ Provsu Tolok Ukur Keberhasilan MTQN 2018
Tahap Awal, 1.075 Ha Areal Sawit Rakyat di Sumut Peroleh Hibah Peremajaan
Pengusaha Senior Sumut Tak Berminat Maju Pimpin Kadin SU?
Jelang Hari-H Resepsi Putri Jokowi, Order Spanduk-Baliho di Medan Melonjak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU