Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Ketua Dekranasda Sumut Hj Evi Diana Erry Nuradi Minta Para Disainer Pertahankan Budaya Sumut
Selasa, 24 Oktober 2017 | 13:57:08
SIB/Dok
SERAHKAN PIAGAM : Pimpinan Dolling School Nilawaty, menyerahkan piagam kepada Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut Hj Evi Diana Erry Nuradi dan Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sumut Alwin Sitorus di sela-sela Medan Fashion Trend 2017 ‘Aquatic Fantasia’ yang digelar Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Medan bersama Dolling School, di Hotel JW Marriott Medan, Minggu (22/10) malam.
Medan (SIB) -Sebagai provinsi yang terdiri dari beragam suku, Sumatera Utara (Sumut) dinilai menjadi tempat unik di mana ada berbagai etnis yang memiliki kekhasan masing-masing seperti dalam bentuk seni khususnya pakain. Karenanya, para desainer diminta  mempertahankan karyanya yang menampilkan ciri dari Sumut.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut Hj Evi Diana Erry Nuradi pada acara Medan Fashion Trend 2017 'Aquatic Fantasia' yang digelar Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Medan bersama Dolling School, di Hotel JW Marriott Medan, Minggu (22/10) malam.

Hadir di antaranya Advisor IFC Chapter Medan Saurma Siahaan, Pimpinan Dolling School Nilawaty, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sumut Alwin Sitorus  dan sejumlah pengurus Dekranasda Sumut yang hadir.

Kegiatan ini, lanjut Evi, untuk mengangkat keunikan Sumatera Utara yang diaplikasikan pada dunia fashion atau tekstil, agar lebih dikenal  masyarakat luas hingga mancanegara. Apalagi Sumut memiliki ragam etnis, terlebih lagi dilihat dari aspek budayanya. Keunikan dan keragaman dari budaya ini merupakan aset yang penting bagi masyarakat dan pemerintah. "Karena itu setiap etnis diminta untuk tetap bertahan dengan budayanya dan hidup berdampingan memegang teguh prinsip saling menghargai. Hal ini perlu dipertahankan  masyarakat Sumatera Utara dan tidak terlepas dari fungsinya sebagai tempat mempersatukan," sebutnya.

Selain itu,  kata Evi, menjadikan Provinsi Sumatera Utara tumbuh sebagai daerah multietnis yang dikenal dengan keragaman budayanya. Kondisi ini yang kemudian dinamakan dengan potensial dari perbedaan yang terbukti manjur mengangkat keunikan satu daerah, menarik peminat bagi kunjungan wisatawan dari luar provinsi dan mancanegara.

"Karena acara ini mengangkat keunikan budaya di Sumut pada dunia fashion atau tekstil dalam cakupan lebih luas, ada proses pendidikan terutama mempromosikan Sumut dan khususnya Medan yang diperhitungkan dalam perkembangan fashion nusantara," katanya.

Sementara Advisor Indonesia Fashion Chamber Medan Saurma Siahaan mengatakan, pameran fashion hasil disain para disainer Sumut itu, mengambil tema dunia laut. Karena itu tema yang diambil bertajuk 'Aquatic Fantasia' yang menampilkan busana wanita hasil rancangan dari puluhan disainer.

"Keindahan laut menginspirasi Dolling School untuk mengeksplor berbagai hal yang menarik di dalamnya. Pilihan konsep yang beragama dari para siswa ini dipadukan dalam satu tema yang menarik dan membuat para undangan akan bertahan menyaksikan event fashion show terbesar di Sumut. Apalagi kali ini berkolaborasi dengan karya pengrajin batik motif Sumut, tenun ulos dan songket khas Sumut," sebutnya.(A11/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
JK Pimpin Mediasi Perdamaian Afghanistan di Istana Wapres
Kesuksesan MTQ Provsu Tolok Ukur Keberhasilan MTQN 2018
Tahap Awal, 1.075 Ha Areal Sawit Rakyat di Sumut Peroleh Hibah Peremajaan
Pengusaha Senior Sumut Tak Berminat Maju Pimpin Kadin SU?
Jelang Hari-H Resepsi Putri Jokowi, Order Spanduk-Baliho di Medan Melonjak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU