Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
160 Hektar Lahan Disiapkan Dukung Program 1000 Desa Organik di Sumut
Jumat, 20 Oktober 2017 | 12:20:04
Medan (SIB)  -Salah satu masalah utama yang dihadapi sektor pertanian sistem konvensional adalah terjadinya proses degradasi lahan secara terus-menerus. Hal itu akibat pemberian pupuk kimia yang berlebihan, sehingga menurunkan kesuburan tanah.

Hal itu disampaikan Gubsu Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi membuka seminar nasional Refleksi 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, 1.000 Desa Organik atau Organik di 1.000 Desa yang digelar di Hotel Danau Toba Medan, Kamis (19/10).

Disamping itu, penggunaan pupuk kimia juga berdampak jangka panjang pada kesehatan masyarakat selaku konsumen. "Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, akan bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia dalam budidaya pertanian, maka pengembangan pertanian organik menjadi menarik perhatian, baik di tingkat produsen maupun konsumen. Para konsumen kini mulai memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan sehingga semakin meningkatkan produk organik. Bahkan pola hidup sehat yang ramah lingkungan sudah menjadi tren baru dan telah melembaga secara internasional, yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food savety atributtes), memiliki kandungan nutrisi tinggi (nutritional high atributtes) dan ramah lingkungan (enviromentally friendly)," ujarnya.

Erry menyebutkan, pada tahun 2016 terdapat lima desa di Kabupaten Deliserdang, Serdangbedagai dan Karo yang telah memeroleh sertifikat untuk tanaman padi dan palawija, serta buah dan sayuran (semangka dan kacang kuning) dari lembaga sertifikasi organik seloliman (Ledsos) yang berpusat di Jawa Timur.

Untuk tahun 2017 melalui dukungan pembiayaan dari Kementerian Pertanian sedang dirintis kegiatan fasilitasi penerapan budidaya padi organik di lima desa dari Kabupaten Mandailingnatal (Madina), Simalungun dan Serdangbedagai dengan total luas lahan 160 hektar.

"Hal ini diharapkan menjadi pemicu dan pemacu berkembangnya pertanian organik di Sumut. Pengembangan pertanian organik bukanlah pekerjaan mudah. Akan tetapi menghadapi banyak tantangan seperti kurangnya pengawasan dan sulitnya sertifikasi, serta minimnya pemahaman dan informasi yang dimiliki petani dalam pertanian organik. Namun demikian kita harus optimis, program ini akan memberikan dampak positif dalam merubah pola pikir masyarakat tani tentang manfaat budidaya organik yang ramah lingkungan," ucap Erry.

Untuk mewujudkan desa organik, kata dia, dibutuhkan pendampingan yang intensif dari berbagai pihak terkait, termasuk para penyuluh pertanian di lapangan dan pemerhati bidang pertanian.

Oleh karena itu Tengku Erry mengharapkan SKPD lingkup pertanian baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar terus mendorong pengembangan budidaya pertanian organik, sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang sudah mulai mengarah pada produk-produk yang bebas bahan kimia dan ramah lingkungan. (A11/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anggun Raih 2 Penghargaan Sekaligus dalam Bama Music Awards di Hamburg Jerman
Barang-barang John Lennon yang Dicuri Ditemukan tapi Polisi Tak Bisa Tangkap Tersangkanya
Kendall Jenner Model Termahal Setahun Berpenghasilan Rp28,6 Miliar
Animator Sohor Jepang Ditangkap Kasus Pornografi Anak
Foto Bagian Sensitif Madonna Saat Remaja Dilelang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU