Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Gubsu Buka Seleksi Qasidah XV Provinsi Sumatera Utara 2017
Rabu, 18 Oktober 2017 | 16:59:35
SIB/Dok
BERSALAMAN : Gubernur Sumatera Utara Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi didampingi para panitia bersalaman dengan peserta Seleksi Seni Qasidah/ Nassyid (SSQN) XV Provinisi Sumatera Utara (Provsu) pada Pembukaan SSQN XV Provsu di Asrama Haji Medan, Senin (16/10).
Medan (SIB)- Qasidah merupakan jalan bagi seniman Islam untuk memberikan hiburan kepada masyarakat yang berisi pujian kepada Allah SWT dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya itu, kegiatan kesenian ini juga dijadikan jalan dakwah sekaligus sebagai filter budaya asing yang merusak moral bangsa.

Karena itu, Gubsu HT Erry Nuradi MSi meminta pembinaan dan pengembangan seni qasidah bisa ditingkatkan, agar lebih maju sesuai perkembangan zaman. Soalnya kesenian ini merupakan seni musik rakyat, murah dan mudah dimainkan oleh anak-anak dan remaja khususnya. Apalagi keberadaannya sudah sejak puluhan tahun lalu di provinsi ini. "Hampir di seluruh pelosok desa, seni qasidah tumbuh dan berkembang dengan baik, digemari dan mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat. Namun beberapa tahun belakangan ini, saya melihat perkembangannya cenderung mengalami penurunan," ujar Gubsu pada pembukaan Seleksi Qasidah XV Provinsi Sumatera Utara 2017 di Asrama Haji Medan, Senin (16/10) malam.

Gubernur pun menyambut gembira atas pelaksanaan seleksi yang diikuti 22 kabupaten/kota se-Sumut ini. Karena even ini bukan sekedar menentukan grup terbaik saja, tetapi juga merupakan evaluasi terhadap kegiatan pembinaan yang dilakukan di kabupaten/kota. Begitu juga aspek hiburan rakyat yang memiliki fungsi lain, yakni dakwah Islami lewat syair lagu yang dikumandangkan berisi pujian kepada Allah SWT dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, kata dia, seni qasidah juga diharapkan dapat menjadi filter masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, yang berbudaya dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan akhlak. Dengan demikian, kesenian ini diharapkan dapat mengilhami pemikiran dan perasaan manusia, agar lebih peka terhadap nilai kebenaran dan keindahan.

"Kita melihat dalam era globalisasi ini, pengaruh budaya asing sangat kuat di kalangan masyarakat. Karena itu menjadi tugas kita bersama terutama para musisi Islam senantiasa berupaya meningkatkan mutu seni qasidah, agar tidak tertinggal dan ditinggalkan oleh kemajuan zaman yang sangat cepat berubah dan berkembang ini," kata Erry, yang juga berpesan kepada para dewan juri untuk mengemban tugas penjurian dengan baik dan penuh keikhlasan, kejujuran serta rasa tanggungjawab.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana Seleksi Qasidah XV Sumut 2017, H Zaharuddin Batubara dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini diikuti 22 kabupaten/kota se-Sumut, dengan jumlah keseluruhan peserta 725 orang termasuk official yang akan tampil bergantian sejak 16-21 Oktober 2017. Sedangkan untuk dewan juri, berjumlah 14 orang.

Hadir pada pembukaan seleksi tersebut Ketua Harian Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Sumut HA Muin Isma Nasution, Plt Kanwil Kemenag Sumut HT Darmansyah, Para Ketua DPD Lasqi kabupaten/kota serta sejumlah perwakilan FKPD Sumut.

Usai memberikan sambutan dan membuka acara, Gubernur pun melantik dewan juri yang akan bertugas melakukan penjurian atas penampilan para peerta di seleksi tersebut. Pelantikan pun ditandai dengan pemasangan toga kepada seluruh juri. (A11/q)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anggun Raih 2 Penghargaan Sekaligus dalam Bama Music Awards di Hamburg Jerman
Barang-barang John Lennon yang Dicuri Ditemukan tapi Polisi Tak Bisa Tangkap Tersangkanya
Kendall Jenner Model Termahal Setahun Berpenghasilan Rp28,6 Miliar
Animator Sohor Jepang Ditangkap Kasus Pornografi Anak
Foto Bagian Sensitif Madonna Saat Remaja Dilelang
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU