Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
FKUB Kalsel Silaturahim dengan Pemprovsu dan FKUB Sumut
Jumat, 13 Oktober 2017 | 12:26:58
Medan (SIB) -Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kunjungan silaturahim dan diskusi dengan Pemprovsu dan FKUB Sumut di Kantor Gubsu, Rabu (11/10). Rombongan berjumlah 34 orang itu dipimpin Asisten Ekbang Pemprov Kalsel Ir Hermansyah MSi didampingi Ketua FKUB Kalsel Dr H Mirhan MAg. Kedatangan mereka disambut Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Utara Suriadi Bahar SH MH dan Ketua FKUB Sumut DR H Maratua Simanjuntak.

Dalam diskusi itu, FKUB Kalsel menganggap Provinsi Sumut merupakan rumah kemajemukan yang sempurna. Kendati kasus Tanjungbalai sempat mencuat hingga ke tingkat nasional, tapi mampu diredam dengan cepat tanpa berimbas ke daerah sekitarnya. "Memang kelebihan Sumut dalam mengatasi konflik seperti ini adalah dengan mengedepankan pendekatan budaya dan adat yakni "Dalihan Natolu". Dengan metode ini, Sumut hingga saat ini masih bisa kondusif dan tetap terjaga," kata Ketua FKUB Sumut DR H Maratua Simanjuntak dalam pertemuan itu.

Maratua menjelaskan, melihat banyaknya ragam suku dan agama, Sumut tentunya rawan konflik. Tapi sejak FKUB Sumut terbentuk, pihaknya terus melakukan peningkatan kesadaran kerukunan hingga ke tingkat desa-desa. Sebab kerukunan umat beragama merupakan faktor penting untuk mencapai kesejahteraan hidup di negeri ini.

"Kita harus menjaga persaudaraan, kekeluargaan, kerukunan, perdamaian dan ketentraman serta kebersamaan. Alhamdulillah, Sumut sebagai negeri berbilang kaum, tentu kerukunan dan keharmonisan masyarakatnya menjadi kebutuhan sekaligus tantangan bagi seluruh pihak untuk bisa mempertahankannya," tuturnya.

Sumut, khususnya Kota Medan sebagai ibukota provinsi lanjutnya mencerminkan keberagaman. Di antaranya bangunan masjid, gereja dan kuil berukuran besar berdiri megah tanpa ada persoalan. Sehingga dirinya berharap, daerah multietnis ini bisa dijadikan sebagai contoh kerukunan umat beragama di Indonesia.

"Langkah yang dilakukan oleh Kalsel belajar ke Sumut juga merupakan suatu hal yang positif. Walaupun Sumut miliki potensi konfliknya tinggi, tapi karena kita punya adat yang tinggi juga dengan menerapkan Dalihan Natolu itu, maka sampai saat ini kita bisa meredam semua konflik. Selama kita berpegang pada adat itu, apapun agama kita, insya Allah kita akan rukun," katanya.

Sementara Suriadi Bahar mengatakan, penanganan konflik di Sumut, baik karena agama dan lainnya adalah dengan berkomunikasi bersama dengan semua pihak terkait. "Khusus untuk konflik agama, kita selalu menggandeng peran FKUB. Jadi kehadiran FKUB Kalsel untuk berdiskusi dengan Sumut, merupakan penghargaan luar biasa kepada Pemprovsu dan FKUB Sumut," paparnya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Kalsel Ir Hermansyah MSi menyampaikan terimakasihnya atas kesediaan Pemprovsu dan FKUB Sumut berdiskusi dengan mereka. "Karena tujuan kami hadir di sini, selain untuk berdiskusi juga untuk menerima masukan bagaimana menjaga kerukunan umat beragama. Dengan masukan yang kita terima ini, kita bisa membuat bagaimana ke depan keharmonisan, kerukunan dan toleransi itu tetap terjaga, itu bisa kita dapat di provinsi Sumut," katanya.

Kemudian, lanjut dia, keberagaman suku, budaya dan agama di Provinsi Kalimantan Selatan dan Sumut tidak jauh berbeda. Inilah salah satu yang membuat mereka hadir untuk berdiskusi dan menerima masukan dari Pemprovsu, khususnya FKUB Sumut. "Memang di Provinsi Kalsel sendiri persoalan agama belum ada. Memang penduduknya kecil dan kemudian tidak ada pernah kejadian atau konflik yang mengemuka, baik itu terkait etnis dan perbedaan keyakinan. Namun tidak berarti kita berdiam diri, tetapi kita juga tetap waspada," paparnya.

Sebab, lanjut dia, perkembangan persoalan di negara kita akan semakin komplit juga. Sebagai contoh, katanya, konflik di daerah-daerah lain, itu mulai ada membawa-bawa perbedaan etnis dan agama. "Nah....ini tidak mau ada terjadi di daerah kita. Karenanya kita hadir di Sumut. Sebab menjaga keharmonisasian itu ada di Sumut sendiri," ujarnya.

Sedangkan Kepala FKUB Kalsel Mirhan mengatakan, hal yang sama. Pihaknya ingin menimba ilmu pengalaman FKUB Sumut dalam mengelola kerukunan antar umat beragama. Termasuk cara penyelesaian yang dilakukan FKUB Sumut jika ada persoalan konflik agama dan lainnya. "Makanya kami sering dengan mereka dan semua hasil diskusi ini akan kami bawa ke Kalsel untuk menjadi masukan bagi kami," katanya. (A11/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jelang Tengah Malam, Mahasiswa Masih Bertahan di Depan Istana
Bertemu 4 GM PLN Sumut, Gubsu Optimis Tol Listrik Sumbagut-Sumsel Selesai Akhir 2017
Kini Ganti Paspor Cukup Bawa e-KTP dan Paspor Lama
Kasus e-KTP, Andi Narogong Disebut Gonta-ganti Mobil hingga 23 Kali
RI Promosi Investasi Danau Toba Senilai Rp 21 Miliar di Inggris
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU