Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Direview Ulang, Perolehan JCI RS Adam Malik Diundur April 2018
Kamis, 12 Oktober 2017 | 14:09:08
Medan (SIB)- Tim akreditasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik melakukan review ulang terhadap waktu akreditasi Joint Commission International (JCI) yang telah mereka targetkan. Sesuai kesepakatan, rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini mengundur perolehan akreditasinya itu, menjadi bulan Maret-April 2018.

"Berdasarkan pertimbangan, kita mereview ulang waktunya. Jadi nanti, antara bulan Maret atau April," kata Ketua Tim untuk akreditasi JCI RSUP H Adam Malik, dr Mardianto SpPD kepada wartawan, Selasa (10/10).

Sebelumnya, RSUP H Adam Malik sendiri memang telah menargetkan untuk melakukan initial survey JCI pada bulan November 2017 ini. Tetapi, karena masih ada persoalan yang belum terpenuhi, hal itu terpaksa molor dari jadwal yang sudah ditargetkan.

Mardianto menjelaskan, penyebab diundurnya initial survey tersebut, dikarenakan RS Adam Malik yang merupakan sebagai rumah sakit pendidikan harus bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran USU. Namun, sebut dia, sejauh ini masih ada beberapa dokumen yang harus disiapkan dan hal itu memerlukan waktu.

"Karena agak berbeda rumah sakit pendidikan dengan rumah sakit non pendidikan untuk mendapatkan JCI. Sehingga tentu ada kesepakatan antara USU dan RS Adam Malik," jelas Mardianto yang juga Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik ini.

Disamping itu, tutur Mardianto, juga karena RS Adam Malik sebagai rumah sakit pendidikan utama Kemenkes yang memiliki standar untuk melakukan evaluasi. Dalam hal ini Kemenkes melakukan revitisasi, yang sekarang RS Adam Malik masih menunggu SK dari Kemenkes.

"SK ini yang sangat penting untuk mendaftar ke komisi JCI. Jadi kita melihat, karena itulah November tidak memungkinkan," terangnya.

Tidak hanya itu, Mardianto juga mengakui jika ada pertimbangan lain yang juga terkait dengan JCI, berupa sarana dan prasarana yang harus dipenuhi. Namun sejauh ini, hal tersebut, ujar Mardianto, sedang on progres.

"Jika kesiapan sarana dan prasarana secara fisik, menjamin bahwasanya pasiennya selamat dan orang bekerja juga selamat. Sarana dan prasarana itu diantaranya ruang imunitas dan ruang bedah standard. Untuk itu, biayanya sudah disiapkan di anggaran tahun ini," pungkasnya. (A17/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Jokowi Tunjuk Din Jadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Agama
Pelapor Vonis Praperadilan Novanto Diperiksa MA 3 Jam
Komnas HAM: Ahmadiyah Korban Diskriminasi karena UU PNPS
Satpol PP Turunkan Spanduk Pengusiran Dubes AS di Dukuh Atas
MA Vonis Mati Agus Si Pembunuh 5 Nyawa Satu Keluarga
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU