Hotel Tapian Nauli
Home  / 
Pasca Ricuh, Musda Golkar Madina Digelar Akhir Januari
Kamis, 12 Januari 2017 | 12:20:42
Medan (SIB)- Sekretaris DPD I Partai Golkar Sumut Irham Buana Nasution menegaskan, Musda (Musyawarah Daerah) DPD II Partai Golkar Madina (Mandailing Natal) secepatnya digelar pada akhir Januari 2017, walaupun ada kericuhan dari sejumlah massa salah satu organisasi pemuda  pada pra Musda 19 Desember 2016 lalu.

"Musda Partai Golkar Kabupaten Madina tetap akan digelar dalam waktu dekat (paling lambat akhir Januari 2017) dan DPD I Partai Golkar Sumut sudah memanggil panitia pada Sabtu kemaren dan  mempertanyakan kesiapan panitia. Ternyata panitia sudah siap," katanya kepada wartawan, Selasa (10/1) di Medan.

Irham mengakui kericuhan terjadi saat proses rapat pra Musda beberapa waktu lalu yang dilakukan sejumlah kader salah satu organisasi kepemudaan yang juga merupakan sayap Partai Golkar dengan membuat kericuhan di kantor partai tersebut, dianggap sebagai dinamika politik. "Saya kira itu hanya dinamika saja. Kita serahkan kepada Partai Golkar Madina soal itu," katanya.

Menurut mantan Ketua LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Medan ini, ricuhnya di kantor tersebut belum sampai pada proses pengaduan kepada aparat hukum. "Setahu saya tidak ada itu (pelaporan). Kejadian itu hanya dinamika organisasi, saya kira tidaklah sampai ke sana (proses hukum)," katanya.
Ke depannya, diakui Irham, untuk meminimalisir insiden internal terhadap pelaksaan kegiatan di tubuh Partai Golkar, pihaknya berjanji akan melibatkan seluruh kader termasuk "underbow" Partai Golkar setiap kegiatan Musda.

"Insiden itu hanya dinamika politik saja karena sebagai kader, mereka ingin ikut berperan aktif dalam penyusunan panitia khususnya pada Musda itu. Untuk itu kita akan libatkan mereka dalam Musda nanti. Sebagai anak, maka Partai Golkar wajib membesarkan dan membantu organisasi sayap Partai Golkar," katanya.

Meski dalam sistem kaderisasi ada konsolidasi terbuka dan transparan dimana setiap kader ikut berhak dalam pencalonan dan lainnya, tapi tetap harus mengikuti mekanisme, AD/RT dan tata tertib sehingga harus dihormati.  "Semua pihak harus paham terhadap aturan dan mekanisme, ini yang menjadi standar di Partai Golkar," jelasnya.

Sebelumnya diketahui, rapat pra Musda DPD II Partai Golkar Madina pada 19 Desember 2016, berujung ricuh. Sejumlah peralatan dan mebeler di kantor partai berlambang pohon beringin itu menjadi sasaran sejumlah kader salah satu organisasi sayap Partai Golkar. Rapat  akhirnya bubar. Petinggi Partai Golkar Madina yang ikut hadir, juga langsung pergi dari lokasi. (A03/Rel/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kei Shin Kan Sumut Gelar Coaching Clinic
Wali Kota Buka Porkot Medan, Diharapkan Muncul Atlet Muda Berprestasi
The Halal Guys Hadir di Jakarta
Inilah Danau Terbesar di Taiwan
Mendebarkan! Selfie di Atas Jurang di Lembah Cinta Mojokerto
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU