Hotel Tapian Nauli
US XII
Home  / 
Eksportir Sumut Optimistis Lebih Baik Dibanding Tahun Sebelumnya
Rabu, 11 Januari 2017 | 16:30:28
Medan (SIB)- Eksportir Sumut optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Proyeksi peningkatan itu seiring dengan perbaikan harga komoditas ekspor unggulan seperti crude palm oil (CPO) dan karet.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseperindag) Sumut, Sujatmiko di Medan menuturkan, tak hanya pemulihan harga komoditas yang akan mendongkrak nilai ekspor, tapi juga diversifikasi yakni produk industri kreatif.

"Pada tahun ini kami optimistis nilainya akan naik, paling tidak 15 persen. Pertama, kondisi ekonomi negara-negara tujuan ekspor mulai membaik. Kedua, harga komoditas seperti CPO dan karet juga mulai meningkat. Ketiga, yang perlu terus didorong adalah ekspor produk-produk industri kreatif," papar Sujatmiko, Selasa (10/1).

Lebih lanjut, dia menyebutkan, pada tahun ini selain negara-negara tujuan utama, pasar ekspor potensial yakni Asia Tenggara. Negara-negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Thailand sangat berpotensi menjadi pasar untuk produk-produk kerajinan, dan industri kreatif lainnya.

"Oleh karena itu, pemerintah daerah harus melakukan pendampingan maksimal dan mempermudah melalui deregulasi. Selama ini peran mereka belum maksimal," tambah Sijatmiko.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, nilai ekspor pada periode Januari-November 2016 mencapai US$7,02 miliar atau merosot 0,69 persen dari periode yang sama pada 2015 US$7,07 miliar.

Penurunan nilai ekspor terutama dialami golongan barang lemak dan minyak hewan nabati 0,84 persen menjadi US$2,99 miliar dari US$3,02 miliar, karet dan barang dari karet turun 14,31 persen menjadi US$909,66 juta dari US$1,06 miliar serta kopi dan rempah-rempah turun 12,49 persen menjadi US$362,54 juta dari US$414,29 juta.

Ditambahkannya, kenaikan harga komoditas memang akan berlanjut pada tahun ini. Kendati demikian, Sumut harus mewaspadai fluktuasinya.

"Saya khawatir kenaikan harga terutama CPO ini tidak konsisten, karena banyak dipengaruhi sentimen musiman seperti cuaca. Untuk karet, saya melihat ada peluang peningkatan permintaan yang konsisten, terutama adanya proyeksi perbaikan ekonomi Amerika Serikat," pungkasnya. (A14/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
2 Heli BNPB Dikerahkan Padamkan 69 Hektare Lahan Terbakar di Aceh
Menhan Ingatkan Purnawirawan Pegang Teguh Sumpah Prajurit
Polisi Canangkan Bulan Tertib Trotoar pada Agustus 2017
Dirjen Bina Marga: Tol Darurat Berdebu, Kami Perbaiki di 2018
Tolak Reklamasi, Aliansi Nelayan Gelar Demo di Gedung DPRD DKI
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU