Home  / 
Pasokan LPG di Padangsidempuan Dipastikan Tetap Aman
Jumat, 9 November 2018 | 23:57:58
Medan (SIB)- PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I pastikan pasokan LPG 3 kg di Padangsidimpuan tetap aman.  

Rata-rata penyaluran LPG 3kg untuk Padangsidimpuan  sebesar 9,6 MT perhari dan tidak ada pengurangan pasokan sama sekali untuk penyaluran di wilayah Padangsidimpuan. Realisasi penyaluran LPG 3 kg pada Januari hingga Oktober 2018 adalah sebesar 2.423 MT sedangkan kuota pada Januari sampai Oktober 2018 untuk Kodya Padangsidimpuan dari pemerintah adalah sebesar 2.359 MT. Penyaluran untuk Padangsidimpuan sendiri sudah over 3% dari yang sudah ditargetkan pemerintah. 

Terdapat 3 agen yang menyalurkan LPG 3kg dengan 74 pangkalan yang menyebar di seluruh desa kecamatan Padangsidimpuan. Harga Eceran Tertinggi wilayah Padangsidimpuan sebesar Rp16.000 per tabung.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto, Kamis (8/11) mengatakan bahwa Pertamina memastikan ketersediaan LPG 3kg tetap mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat yang tidak mampu dan tidak ada pengurangan pasokan LPG 3 Kg di wilayah Padangsidimpuan.  

Masyarakat mampu dan restoran serta usaha komersial lainnya dihimbau untuk menggunakan LPG non subsidi sehingga LPG 3kg bisa lebih tepat sasaran.

"Pertamina memastikan bahwa pasokan LPG 3 Kg cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk di wilayah Padangsidimpuan apabila LPG 3kg digunakan sesuai peruntukan, yaitu masyarakat miskin dan usaha mikro dan kami tidak mengurangi sama sekali pasokan LPG 3kg untuk wilayah Padangsidimpuan. Kami juga mengimbau agar masyarakat mampu dan usaha komersial, termasuk rumah makan agar tidak menggunakan LPG 3kg dan beralih ke LPG non subsidi sehingga LPG bersubsidi bisa tepat sasaran," ujar Rudi. 

Pertamina menyalurkan LPG 3 kg sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. Peruntukkan LPG 3 kg hanya bagi rakyat miskin dengan penghasilan kurang dari Rp 1,5 jt per bulan atau Usaha Mikro. Bagi warga mampu, Pertamina menyediakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5kg, Bright Gas 12kg dan Elpiji tabung biru 12 kg serta 50 kg untuk usaha komersial. Pertamina juga mengharapkan Pemerintah Daerah untuk mengawasi dan membina rumah makan dan restoran yang masih menggunakan LPG 3kg untuk beralih ke LPG non subsidi.

Pertamina mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut mengawal penyaluran distribusi LPG 3kg, dengan memberikan laporan apabila ditemukan tindak penyalahgunaan di lapangan dan juga melaporkan bila menemukan agen LPG yang menjual di atas HET yaitu Rp 16.000 disertai dengan bukti ke kontak Pertamina di 1 500 000.(A05/c)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Ilmuwan Ingin Menggunakan Laser untuk Memandu Alien ke Bumi
Studi Ungkap Wanita Nigeria Kembangkan Bisnis dengan WhatsApp
Audio High Resolution Picu Peningkatan Speaker Wireless
Mirip Manusia, Robot Berteknologi AI Gantikan News Anchor
BPPT Kurangi Dosis Teknologi Asing untuk Perkapalan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU