Home  / 
Penanganan Jalan Nasional di Nias Tidak Maksimal, Kinerja BBPJN II Dikritik
* Progres Jembatan Lamban, Lalu Lintas Terganggu
Senin, 22 Oktober 2018 | 19:49:22
SIB/Syahputra Nainggolan
MACET : Lalulintas terlihat macet di lokasi pembangunan Jembatan Yogi di Km 3 Telukdalam, Sabtu (20/10).
Kepulauan Nias (SIB)- Sekitar 200 Km jalan nasional di kepulauan Nias mengalami kerusakan, sejumlah titik dihiasi jalan rusak dan berlubang, kinerja Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) II Dikritik karena minimnya pembenahan.

Seperti dikeluhkan berbagai kalangan kepada SIB seminggu terakhir, tokoh masyarakat Susua Bezatulo Ndruru mengatakan, jalan nasional Gunungsitoli-Telukdalam-Lolowau berlubang dan berlumpur, bahkan diketahui ada dua titik jalan tepatnya di Oou yang nyaris putus namun tidak terlihat perbaikan.

Kondisi jalan yang rusak itu menjadi momok menakutkan bagi pengendara yang rentan mengalami kecelakaan akibat dari kerusakan di beberapa titik yang diperparah dengan tidak adanya tanda-tanda peringatan. BBPJN II diharapkan untuk tidak mengabaikan kenyamanan dan keselamatan pengendara dan segera melakukan perbaikan.

Senada, anggota DPRD Serius Halu mengatakan infrastruktur jalan merupakan salah satu pendukung utama kemajuan destinasi pariwisata. Banyak di Nisel terdapat obyek wisata namun tidak terjangkau oleh penikmat keindahan akibat jalan nasional kurang memadai. "Jika jalan nasional dibiarkan dalam kondisi rusak maka pengembangan kawasan wisata di Pulau Nias khusunya di Nisel berat," katanya.

Sedangkan pembangunan beberapa jembatan Nasional di Kepulauan Nias terlihat minim progres meski menjelang akhir tahun. Hal itu pun turut menjadi penilaian masyarakat terhadap tidak serius pihak terkait membangun infrastruktur yang layak.

Seperti pembangunan jembatan Oou yang berbiaya Rp 29 miliar lebih, meski sudah memasuki akhir Oktober pengerjaan masih sebatas pengeboran di kedua sisi, sedangkan abudmen tengah belum terlihat ada pengerjaan.

Begitu juga dengan pembangunan jembatan Yogi di Telukdalam masih proses pembongkaran Abudmen lama dan perakitan besi. Di lokasi tersebut, kemacetan panjang menjadi tontonan tiap harinya. Selain daerah padat, jembatan darurat yang tidak memadai dan tidak berfungsi petugas pengaturan lalulintas dari pihak rekanan memperparah kemacetan, sementara tahun anggaran hampir habis.

Kepala BBPJN II Paul A Halomoan ketika masih menjabat dikonfirmasi beberapa waktu lalu tidak memberikan jawaban detail atas kondisi tersebut, ia mengatakan bahwa wartawan yang lebih tau kondisi dan permasalahannya. "Sudah  disediakan dana untuk jembatan tersebut, sudah ada appraisal, sudah ada dana, kenapa tidak bisa dikerjakan tentu saudara wartawan di Nias bisa bantu dan menyelesaikan masalah ini serta bisa jawab sendiri. Mohon maaf kalau balai belum bisa maksimal," katanya.

Soal pemeliharaan jalan Nasional tidak dijawab, Paul mengarahkan kepada PPK 15 Warmen Sinaga, namun sulit dikonfirmasi. Paul kemudian mengarahkan kepada Kasatker Asner Silalahi.

Asner pun tidak bersedia memberikan jawaban detail. Ia beralasan akan mengadakan rapat dengan utusan daerah Nias membahas solusi pembangunan yang sedang dilakukan. Begitu juga dengan pertanyaan wartawan soal biaya pemeliharaan dan penanganan yang dilakukan, ia berjanji akan menghubungi wartawan setelah menerima informasi dari pejabat yang membidangi, namun informasi dimaksud belum disampaikan hingga kini. (Dik-SN/Dik-HH/d)


Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Raih Action Star of the Year, Aktris Zimbabwe-Amerika Ungguli Chris Pratt dan Ryan Reynolds
Adjie Notonegoro Kini Mengembala, Berkesaksian di GBI GranDhika Medan
Hombo Batu Disuguhkan di Stosa Art Parade 3
Ratusan Petani Sirapit Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan BPN Langkat
Jalan Desa Sopobutar-Pardomuan Dairi Rusak
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU