Home  / 
Tanam 280 Ribu Mangrove, Kapoldasu Pecahkan Rekor MURI
Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:20:58
SIB/Dok
REKOR MURI: Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto didampingi Ketua Bhayangkari Poldasu Evi Agus Andrianto menerima piagam dari Perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI) karena memecahkan rekor menanam 280 ribu pohon mangrove di Desa Nagalawan Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Senin (15/ 10).
Sergai (SIB) -Guna pelestarian, penghijauan dan reboisasi hutan sekitar pantai, Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto SH sejajaran,  Senin (15/10) melaksanakan penanaman 280 ribu bibit mangrove serentak di 5 kabupaten di antaranya, Serdangbedagai (Sergai), Deliserdang, Batubara, Asahan dan Langkat.

Dalam kesempatan itu, Kapoldasu memilih Pantai Mangrove Desa Sei Nagalawan Kecamatan Perbaungan, sebagai tempat dimulainya penanaman mangrove serentak bersama unsur Forkopimda, Polres Sergai sejajaran, nelayan maupun masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Kapoldasu menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT karena kegiatan itu berhasil memecahkan rekor MURI sebagai penanaman bibit mangrove terbanyak. Dia juga menyampaikan bahwa piagam penghargaan MURI itu ditujukan untuk nelayan dan petani se-Sumut.

"Untuk Sergai ada 80 ribu bibit mangrove yang ditanam dan diikuti kabupaten lain. Ragam manfaat banyak dipetik dari penanaman bibit mangrove ini. Salah satunya untuk menahan abrasi maupun gelombang ombak di pantai. Mangrove juga berfungsi sebagai tempat bibit ikan berkembang biak. Kali ini kita sudah menorehkan sejarah, untuk itu, mari kita jaga bersama apa yang telah kita lakukan hari ini agar ke depan anak cucu kita dapat merasakan buah manis dari penanaman mangrove itu," ujar Agus.

Tak lupa dia juga mengingatkan kepada para nelayan untuk mengganti alat tangkap ikan hingga tidak merusak ekosistem laut. Saat ini, lanjutnya, pihaknya terus mendorong para nelayan untuk menggunakan alat tangkap ikan yang diperbolehkan pemerintah.

"Kita juga berharap, Pemkab Sergai mau menyediakan anggaran untuk alat tangkap ikan yang legal bagi nelayan khususnya nelayan tradisional," papar Kapoldasu seraya meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah diadu domba dan tetap menjaga suasana Kamtibmas di Tanah Bertuah Negeri Beradat itu.

Sebelumnya, Perwakilan MURI, Ridho mengatakan, penanaman mangrove yang dilakukan Kapoldasu  dan jajarannya itu juga berhasil memecahkan rekor dunia. "Sebagai informasi, kegiatan ini juga menjangkau rekor dunia. Semoga kegiatan yang sangat bermanfaat ini dapat ditiru oleh generasi penerus," katanya.
Sementara itu, perwakilan nelayan Sutrisno mengucapkan terimakasih kepada Kapoldasu sejajaran yang telah mengadakan kegiatan itu. Dia juga mengaku, sejak dinobatkannya Kapoldasu sebagai "Bapak Nelayan", penggunaan pukat trawl di laut semakin berkurang. "Saat ini, hasil tangkapan ikan nelayan tradisional semakin meningkat karena pukat trawl tak berani lagi beroperasi," ucapnya.

Ribuan  warga antusias dalam kegiatan ini, karena selain melakukan penanaman pohon, Polda Sumatera Utara juga menggelar pengobatan gratis bagi warga, dari sunatan massal, imunisasi hingga pemeriksaan tensi.

Kemudian, Agus bersama istri menyempatkan diri untuk memeriksakan kesehatannya di posko pemeriksaan kesehatan gratis. Orang nomor satu di Polda Sumut tercatat tensinya 110/70 sedangkan ketua Bhayangkara 110/80. (MRF/ A18/f)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Bupati Indramayu Tepis Isu Mundur karena Masalah di KPK
Sandiaga Minta Maaf soal Langkahi Makam Pendiri NU
Diduga Tidak Terima Diputuskan, Pria Bakar Diri dan Kekasihnya di Medan
Menag: Kartu Nikah Bukan Pengganti Buku Nikah
Polisi Atensi Tuntaskan Kasus Pengancaman Wartawan SIB di Nisel
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU