Home  / 
Januari-September 2018, Penderita HIV di Karo Bertambah 71 Orang
Selasa, 18 September 2018 | 22:40:46
Kabanjahe (SIB) -Sejak Januari hingga pertengahan September 2018 ini, penderita/pengidap (reaktif) HIV (Human Immunodeficiency Virus) bertambah 71 orang di Kabupaten Karo. Hal ini berdasarkan data RSU Kabanjahe yang diutarakan Dirut RSU melalui Kepala Ruangan VC yang menangani penyakit HIV Terkelin Br Tarigan SKep, Senin (17/9).

Jumlah ini diketahui dari ratusan orang yang diduga dan sudah melakukan test pemeriksaan ke RSU Kabanjahe. Dari jumlah tersebut rata-rata pengidap HIV menjalani pengobatan dan perawatan di RSU Kabanjahe. "Virus belum bisa dibunuh, tetapi dijaga supaya tidak berkembang," katanya.

Dirincinya, sepanjang tahun 2016, ada 102 orang yang terinfeksi positif. Sementara pada tahun 2017, jumlah penderita positif HIV bertambah 98 orang. "Jadi jika ditotal seluruhnya sejak tahun 2016 hingga sekarang, penderita HIV di Karo 271 orang. Namun katanya, hal ini belum data yang global sebab tiap tiap Puskesmas di kecamatan sudah membuka layanan pemeriksaan penyakit HIV. Ini data yang periksa ke RSU Kabanjahe saja," katanya.

Lanjutnya, beberapa persen dari jumlah tersebut diyakini sudah meninggal, kemudian beberapa persen ada yang hilang kontak. "Penularannya paling banyak dari hubungan seks bebas dan gonta ganti jarum suntik narkoba. Jadi jika hanya interaksi sosial, diyakini belum mampu menjadi penularan. Untuk itu kita jangan mengucilkan dan menjauhi mereka yang terinfeksi," katanya.

Maka ia mengimbau dan menganjurkan siapa siapa saja yang sudah pernah melakukan perbuatan menyimpang atau bahkan berhubungan seksual bukan dengan pasangan, alangkah baiknya untuk memeriksakan diri. "Demi kesehatan bersama," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk alat test dan pengobatannya di RSU Kabanjahe sudah dinilai sangat memadai, bagus dan lengkap. Beberapa kabupaten tetangga seperti Dairi dan Pakpak Bharat belum memiliki peralatan demikian sehingga biasanya RSU Kabanjahe menjadi tempat rujukannya. "Untuk peserta BPJS, tes HIV nya saja digratiskan. Yang berbayar apabila ada penyakit penyertaannya seperti AIDS, batuk demam dan penyakit lainnya," katanya. (B02/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
5 Pelaku Illegal Logging Dibekuk, 10 Ton Kayu Diamankan
Polsek Percut Sei Tuan Amankan 1 Pelaku Penganiaya dan Pengeroyok
Polsek Patumbak Diduga "Tangkap Lepas" Bandar Narkoba
KPAI: 85 Persen Kenakalan Anak Akibat Pengasuhan Orangtua Kurang Baik
Akbar Tandjung Sebut Golkar Sumut Sudah Laksanakan AD/RT dengan Benar
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU