Home  / 
Dinobatkan Sebagai Bapak Nelayan Tradisional
Kapoldasu: Para Kapolres Harus Turun ke Nelayan Membantu Cari Solusi
* Pemda Diharapkan Akomodir Keluhan Nelayan
Kamis, 13 September 2018 | 18:55:24
SIB/Patar Sitorus
DINOBATKAN: Kapoldasu Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH dinobatkan sebagai bapak nelayan tradisional Sumut oleh aliansi nelayan tradisional di Desa Mesjid Lama Batubara, Rabu (12/9).
Batubara (SIB) -Kapoldasu Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH dinobatkan menjadi bapak nelayan tradisional Sumut oleh Aliansi Nelayan Tradisional di Desa Mesjid Lama Kabupaten Batubara, Rabu (12/9). 

Penobatan yang disaksikan ribuan masyarakat nelayan tersebut, dihadiri para pejabat utama Poldasu, Kapolres se-Sumut, Ketua Bhayangkari Batubara Ny Vera Pasaribu, Dandim 0208/Asahan Letkol Suyono, Kajari Mulyadi, Ketua Aliansi Nelayan Tradisional Sumut Sutrisno, tokoh agama, pemuda, masyarakat serta undangan lainnya. 

Kapoldasu dalam sambutannya mengatakan, penobatan dirinya sebagai bapak nelayan tradisional Sumatera Utara bukan pekerjaan mudah. Banyak tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan. Untuk itu, diminta kepada Kapolres untuk menjadi bapak bagi nelayan di daerahnya masing-masing.

"Kapolres harus turun ke bawah. Sentuhlah nelayan tradisional itu. Cari tau apa masalah nelayan tradisional dengan nelayan pukat trawl. Bantu cari solusi terbaiknya," ujar Irjen Pol Agus.

Menurutnya, pemecahan masalah antara nelayan tradisional dengan pukat trawl harus melalui musyawarah dan silahturahmi. Penegakan hukum jalan terakhir. 
Selain itu, solusi konflik antar nelayan, lanjut jenderal bintang dua itu, tidak merusak ekosistem laut dan mensejahterakan nelayan. "Saya sudah penuhi janji, pukat trawl sudah ditangkap. 10 perkara saat sekarang ini ditangani Poldasu. Namun masalah ini, tidak dapat diselesaikan seperti ini. Harus dicari solusi terbaiknya, agar tidak mengganggu kambtimas," kata Kapoldasu.

Ia menambahkan, permasalahan nelayan ini harus diselesaikan secara bersama-sama. Selain Polri, pemerintah daerah juga harus ikut serta, dengan menampung anggaran untuk pinjaman lunak kepada nelayan tradisional dan pukat trawl, sehingga alat tangkap yang dilarang bisa diganti.

Sementara itu, Ketua Aliansi Nelayan Tradisional Sumut Sutrisno berharap kepada semua pihak duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan nelayan, sehingga ke depan tidak ada lagi konflik antar nelayan.

Dua Nelayan Membaik
Sementara itu, dua nelayan kerang Tanjungbalai yang ditembak orang tidak dikenal (OTK) di Perairan Riau dirawat di RSUP H Adam Malik.

Dokter penanggung jawab pasien dr Mahyudanil SpBS menyebutkan, kedua pasien yaitu Irwansyah (31) dan Agus Salim (26) masuk 10 September 2018, pukul 18.22 WIB, dengan kondisi luka tembak.

Irwansyah mengalami luka tembak di paha kanan dan Agus Salim di bagian kepala. Saat ini keduanya sudah menjalani operasi. "Sudah dioperasi dan dilakukan pengambilan proyektil peluru," kata Mahyudanil kepada wartawan di RSUP H Adam Malik, Rabu (12/9).

Mahyudanil mengatakan, kondisi kedua pasien telah sadar dan tidak ada cacat secara neurologi (kelainan pada sistem saraf). "Sudah dilepas alat bantu nafas dan tanda-tanda cacat secara neurologi tidak ada ditemukan pada pasien," ujarnya.

Ia mengatakan, kedua pasien dirawat di ruangan yang berbeda. "Irwansyah dirawat di ruang rawat inap biasa, dan Agus Salim di ruang ICU Pasca Bedah," ungkap Mahyudanil didampingi Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak SSos MIKom.

Sebelumnya, kapal nelayan kerang Tanjungbalai ditembak orang tidak dikenal (OTK), Minggu (9/9) sekira pukul 22.40 WIB di perairan Bagan Siapi-api Provinsi Riau, 1 tewas 2 kritis. Peristiwa itu dibenarkan Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai. "Benar, TKP di laut Dumai Provinsi Riau. Korbannya nelayan Teluk Nibung," ujar Irfan. (E16/A17/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Diskusi Gugat Kongres, Mengurai Kusutnya Konstitusi IPPAT
Erry Nuradi dan Bobby Nasution Ramaikan Gerakan #2019 Kita Tetap Bersaudara dan Selamanya
Aksi Iriana Jokowi Gendong Bocah Papua di Punggung Curi Perhatian
Trump: Kesimpulan CIA Soal Pembunuhan Khashoggi Terlalu Prematur
Upacara Keagamaan di India Diguncang Bom, 3 Orang Tewas
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU