Home  / 
Seratusan Pengemudi Angkutan Online Unjukrasa ke Kantor DPRD P Siantar
Kamis, 16 Agustus 2018 | 20:37:31
Pematangsiantar (SIB)- Seratusan massa Forum Komunikasi Driver Online Siantar (FKDOS) unjukrasa di Kantor DPRD di Jalan Adam Malik, Pematangsiantar, Rabu (15/8) menuntut PT Go-Jek Indonesia mengembalikan insentif.

Awalnya, massa FKDOS berkumpul di Lapangan Pariwisata Jalan Merdeka beranjak ke Kantor DPRD dengan jalan kaki dan diterima Ketua DPRD, Marulitua Hutapea didampingi Henry Dunand Sinaga.

Pengunjukrasa diterima Ketua DPRD usai menyampaikan aspirasinya kemudian membubarkan diri secara tertib dan aman. Di hadapan massa pengemudi angkutan online, Marulitua Hutapea berjanji menindaklanjuti tuntutan para pengemudi online.

Namun dia menegaskan, supaya FKDOS menyampaikan surat resmi ke lembaga DPRD, sehingga dapat ditindaklanjuti ke Dinas Perhubungan saat diadakan rapat dengar pendapat (RDP). Dia berharap RDP dengan Dinas Perhubungan dan pihak PT Go-Jek, masalah yang dituntut massa FKDOS dapat teratasi. Selaku Ketua DPRD, ia mendukung pengemudi angkutan online dan secepatnya dicari solusi terbaik.

Karena dia dengar tidak sedikit yang mengkredit mobil. Jurubicara pengunjukrasa, Ibnu Hasif Saragih mengatakan, aksi ini dilakukan, karena pihak PT Go-Jek melakukan tindakan atau kebijakan sepihak, sehingga merugikan para pengemudi angkutan online. "Sudah tiga bulan ini PT Go-Jek memutuskan tidak ada lagi bonus harian kepada driver (pengemudi)," katanya. Ibnu berharap agar kiranya amnesti diaktifkan kembali kepada driver yang diputus secara sepihak. "Kami melihat secara sepihak melakukannya, karena tidak sepenuhnya aplikasi itu benar," tegasnya dan menambahkan persoalan dihadapi pengemudi angkutan online diharapkan mau mengembalikan bonus harian dan pengaktifan driver.

Menurutnya, jumlah pengemudi angkutan online terdaftar di PT Go-Jek Indonesia area Pematangsiantar mencapai 200 unit mobil. Diungkapkan, penghasilan sekarang sangat jauh dari sebelumnya. Mereka tidak mendapatkan apa-apa lagi dari PT Go-Jek. "Sebelumnya, target kita hanya 12 poin sudah mendapat bonus Rp 300 ribu, lantas sekarang target dinaikkan menjadi 32 poin dengan bonus Rp 400 ribu," papar Ibnu H Saragih. (D01/q)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anak Didik SMA GKPS 1 Pamatangraya Dapat Sosialisasi Bahaya Narkoba
Mendikbud Minta PPDB Ditiadakan Mulai Tahun Depan
Kemendikbud Siapkan Lulusan SMK Jadi Pengusaha
1.938 Siswa Ikut Dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
Kunci Sekolah Bermutu Ada Pada Proses Pembelajaran
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU