Home  / 
Tidak Miliki Izin, Pembangunan Tower BTS Harus Segera Dihentikan
Rabu, 15 Agustus 2018 | 21:18:13
Kutacane (SIB)- Berbagai kalangan di Aceh Tenggara mendesak Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat, agar menghentikan lanjutan pekerjaan pembangunan Base Tranceiver Station (BTS) tower tanpa izin di Kute Datuk Pining Kecamatan Ketambe.

Pasalnya, pembangunan BTS dan tower yang berdekatan dengan pemukiman warga tersebut, mulai menimbulkan keresahan, menyusul pihak rekanan yang terkesan mengesampingkan aturan yang berlaku dan bersikap acuh terhadap tahapan yang diperlukan untuk mendirikan tower BTS.

M Saleh LIRA, seorang tokoh pemuda Kabupaten Aceh Tenggara, terkait hal tersebut saat dihubungi SIB via telepon selulernya, Selasa (14/8) mengatakan, memang Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu merupakan pihak yang paling berwenang menerbitkan izin yang dibutuhkan untuk pembangunan BTS tower, karena itu mereka harus berani dan bersikap tegas terkait pembangunan tower yang belum memiliki izin tersebut.

Apalagi, rekom yang dibutuhkan dari instansi terkait seperti Dinas Komunikasi dan informatika dan Bappeda sama sekali belum keluar. Anehnya, pihak rekanan malah nekat melanjutkan pekerjaan kendati izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu pintu belum dimiliki.          

Karena itu, Dinas (DPMPTSP) harus berani menegur pihak rekanan dan secepatnya menghentikan pembangunan BTS dan Tower di Kute Datuk Pining Kecamatan Ketambe tersebut. "Terapkan aturan tersebut tanpa pandang bulu,siapa saja yang belum memiliki izin,hentikan secepatnya," ujar Saleh LIRA.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) M Hatta Desky kepada SIB, Selasa (14/8) membenarkan pembangunan BTS tower tanpa izin. "Kemarin sudah saya tanyakan langsung sama pihak Dinas Kominfo dan Bappeda saat berlangsungnya rapat koordinasi di Oproom Setdakab, rekom dari kedua instansi tersebut juga belum keluar," kata Hatta.

Hatta mengatakan, secara lisan sudah meminta Camat Ketambe untuk sementara menghentikan pembangunan BTS dan tower di Kute Datuk Pining tersebut, namun bila izinnya telah dikeluarkan, dipersilahkan dilanjutkan kembali.

Bahkan, dalam waktu dekat jika teguran Camat Ketambe tidak diindahkan pihak perusahaan serta tetap membangun tower sebelum memiliki izin, pihaknya akan menurunkan tim dari Dinas DPMPTSP ke lokasi tempat pembangunan Base Tranceiver Stasion, tegasnya. (Dik-AM/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Haru, Pertemuan Istri Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 dan Garuda 152
Gaya Hidup Konsumtif Picu Kepala Daerah Korupsi
Bertemu Ulama di Istana Bogor, Jokowi Luruskan Isu Hoax
Akibat Perang, 85.000 Anak di Yaman Tewas karena Kelaparan dan Penyakit
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU