Home  / 
Kadis Perindag Dairi: Penjualan Pupuk Bersubsidi Harus Sesuai RDKK
Rabu, 15 Agustus 2018 | 21:17:12
Sidikalang (SIB)- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dairi Rahmatsyah Munthe menegaskan, alokasi pupuk bersubsidi dari Distributor dan kios pengecer harus mengacu kepada rencana depenitif kebutuhan kelompok (RDKK).

"Distibutor dan kios pengecer tidak bisa semena-mena menyalurkan pupuk subsidi tanpa acuan RDKK," ucap Rahmatsyah Munthe menanggapi terkait penangkapan 2 ton pupuk bersubsidi milik kios pengecer UD King Moses, Selasa (14/8) usai mengikuti rapat di gedung DPRD Dairi.

Disebutkan, informasi penangkapan pupuk bersubsidi yang diduga menyalahi aturan penyaluran langsung dari Polres Dairi. Ia mengaku, sudah mendapat panggilan dari kepolisian terkait kasus tersebut. Kepala Bidang Perdagangan Megawati Gultom yang memenuhi panggilan itu.

Lebih lanjut, kios hanya bisa menyalurkan pupuk bagi anggota kelompok tani berdasarkan RDKK. Sehingga bila ada penyaluran diluar ketentuan akan dikenai sanksi. Rahmatsyah tidak memberikan komentar terkait kepemilikan UD King Moses adalah Kepala Desa Sungai Raya yang merupakan pengelola uang negara. "Soal perizinan silahkan tanyakan ke bagian perekonomian atau pun komisi pupuk dan Dinas Perizinan," ucapnya.

Berita sebelumnya, Polres Dairi diduga lepaskan tangkapan pupuk bersubsidi  yang dijual tidak sesuai dengan alokasi peruntukan, Kamis (9/8) sekitar pukul 19.30 WIB. KBO Sat Reskrim Polres Dairi Iptu Hotman Purba, saat dikonfirmasi membantah bahwa pupuk tersebut tangkap lepas. Yang namanya tangkap lepas itu, begitu ditangkap dilepaskan.

Disebutnya, pupuk tersebut dititipkan kepada pemiliknya yakni UD King Moses, yang beralamat di Desa Sungai Raya Kecamatan Siempat Nempu Hulu. Pupuk itu diamankan Polres Dairi, pada 28 Juli lalu sebanyak 40 zak atau 2 ton dengan ukuran netto per zak 50 kilogram, masing- masing pupuk urea 17 zak, ponska 14 zak, SP 36 sebanyak 9 zak dari Desa  Sigambir-gambir.

Penyimpanan barang bukti pada pemiliknya, karena Polres Dairi tidak memiliki gudang yang memadai untuk penyimpanan pupuk tersebut. Bila pupuk tersebut disimpan di Polres bisa rusak. Sebagai barang bukti, kata Hotman, tiga zak pupuk tiap jenis sudah cukup sebagai barang bukti di Pengadilan.

Menurutnya, penitipan barang bukti pada pemiliknya tidak masalah. Andaikan pupuk tersebut dijualnya, mereka masih bisa menunjukkan pupuk jenis yang sama dan beratnya. "Tidak masalah pupuk yang dititip pada pemiliknya dijual, lagian kasus itu tetap diproses," ucapnya. Hotman Purba juga membahtah adanya oknum personil Polres Dairi yang menerima uang sebesar Rp 8 juta dari pemilik pupuk sebagai upeti pengembalian atau pelepasan pupuk tersebut.

Dijelaskan, direktur UD King Moses Luat Simanullang merupakan Kepala Desa Sungai Raya. Hotman menerangkan bahwa dugaan penyimpangan kasus tersebut UD King Moses menjual pupuk subsidi tidak sesuai alokasi peruntukan. Sesuai keterangan, penyaluran pupuk itu ke desa lain sesuai dengan permintaan Kades Sigambir-gambir. (B05/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anak Didik SMA GKPS 1 Pamatangraya Dapat Sosialisasi Bahaya Narkoba
Mendikbud Minta PPDB Ditiadakan Mulai Tahun Depan
Kemendikbud Siapkan Lulusan SMK Jadi Pengusaha
1.938 Siswa Ikut Dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
Kunci Sekolah Bermutu Ada Pada Proses Pembelajaran
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU