Home  / 
Biaya Pendidikan di SMAN 1 Brandan Barat Langkat Dinilai Mahal
Rabu, 15 Agustus 2018 | 21:14:40
Brandan Barat (SIB)- Orangtua peserta didik keluhkan mahalnya biaya pendidikan bagi para siswa baru Tahun 2018 di SMA Negeri 1 Brandan Barat, Kabupaten Langkat. Jumlah siswa baru yang ditampung di sekolah ini mencapai 216 orang.

Bagi setiap orang tua peserta didik Tahun ajaran 2018, mereka harus menyiapkan uang sebesar Rp 489 ribu, jika putra/putri mereka ingin melanjutkan pendidikanya di SMA Negeri 1 Brandan Barat, ujar orangtua murid, Senin (13/8) di Kecamatan Brandan Barat.

Dikatakan, biaya sebesar Rp 489 ribu dengan perincian, uang untuk pembangunan satu unit ruang kelas belajar (RKB) sebesar Rp 350 ribu dan uang pembayaran atribut seperti 1 dasi, topi 1, dua pasang bendera merah putih kecil dan sepasang bagde nama dibandrol sebesar Rp 74 ribu per siswa. 
Belum lagi kata dia, Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) sebesar Rp 65 ribu per siswa/bulan, dengan total jumlah siswa di SMA Negeri 1 Brandan Barat sebanyak 459 orang.

Atribut dibandrol seharga Rp 74 ribu per siswa itu dinilai jauh lebih mahal, jika dibandingkan dengan harga atribut di sekolah swasta SMK Muhammadiyah Pangkalan Brandan, hanya Rp 37 ribu, ucap pria paroh baya itu sembari meminta namanya tidak dipulikasikan.

Padahal program pemerintah mewajibkan siswa  belajar12 tahun, bagaimana mungkin orang tua, apalagi yang ekonominya lemah, bisa melanjutkan anak anaknya ke SMA kalau uang sekolah saja mahal seperti itu, ujarnya dengan nada kesal.

Pemerhati hukum di Langkat, Hasrizal, SH menanggapi pungutan uang relatif besar di SMA Negeri 1 Barandan Barat, sebaiknya Dinas Pendidikan membuat program sekolah murah, dengan harapan sekolah negeri dapat menampung siswa peserta didik yang ekonominya kurang mampu.
Di satu sisi lanjutnya, ada pihak yang terpaksa melakukan pungutan uang untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sekolahnya. Namun, demikian, legalitas pungutan uang yang jumlahnya dinilai relatif sebesar di SMA Negeri 1 Brandan Barat, itu perlu dipertanyakan.

Sebagai pemerhati hukum, Ia mengingatkan bahwa ketika ada pungutan yang tidak resmi di setiap sekolah, tidak memiliki payung hukum, itu merupakan bentuk pungutan liar.

Dikatakan, mungkin orang tua murid memilih sekolah negeri untuk melanjutkan pendidikan anak-anaknya, selain diharapkan mendapat sarana dan prasarana yang dinilai berkualitas, juga biaya sekolah lebih murah daripada di sekolah swasta.

Untuk mewujudkan sekolah murah, sebaiknya, Dinas Pendidikan berupaya menurunkan tarif sumbangan SPP di sekolah negeri, memulai dari mengurangi beban orang tua murid. Hal ini bagian dari upaya Disdik Provinsi Sumatera Utara untuk bisa merealisasikan progam sekolah murah. 

Kasek SMA Negeri 1 Brandan Barat, Hasan Azhari didampingi, Sonimin (Humas) yang dikonfirmasi SIB, Senin (13/8), membenarkan pihaknya memungut uang sebesar Rp 350 ribu dari murid baru Tahun 2018 itu untuk biaya pembangunan satu unit ruang kelas belajar (RKB).

Sementara pengadaan dan besaran pungutan uang atribut, seperti 1 topi, 1 dasi, dua pasang bendera merah putih kecil dan bagde nama itu dikelola pengurus koperasi sekolah, dan mengakui atribut dibandrol seharga Rp74 ribu per siswa baru.

Menurut dia, uang pembangunan Rp 350 ribu dan uang atribut sebesar Rp 74 ribu dipungut dari siswa baru di sekolahnya yang jumlahnya mencapai 216 orang, sesuai hasil rapat orang tua murid, komite dan pihak sekolah.

Bahkan kata dia, uang SPP sebesar Rp 65 ribu per siwa /bulan termasuk jika ada pungutan uang sosial lainnya seperti memperingati hari besar keagamaan dan hari Kemerdekaan RI, itu semuanya berjalan sesuai hasil rapat bersama.(A28/c)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Diskusi Gugat Kongres, Mengurai Kusutnya Konstitusi IPPAT
Erry Nuradi dan Bobby Nasution Ramaikan Gerakan #2019 Kita Tetap Bersaudara dan Selamanya
Aksi Iriana Jokowi Gendong Bocah Papua di Punggung Curi Perhatian
Trump: Kesimpulan CIA Soal Pembunuhan Khashoggi Terlalu Prematur
Upacara Keagamaan di India Diguncang Bom, 3 Orang Tewas
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU