Home  / 
PN Simalungun Lakukan Peringatan Sebelum Eksekusi Lahan di Parmanukan Parapat
Rabu, 15 Agustus 2018 | 21:07:56
Simalungun (SIB)- Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, akan melakukan aanmaning (peringatan) terhadap termohon eksekusi Bagian Boru Nainggolan dkk warga Parmanukan Lumban Tonga-tonga Kelurahan Parapat Kecamatan Girsang Sipanganbolon Kabupaten Simalungun, Rabu (15/8) hari ini.

Demikian informasi diperoleh SIB melalui Panitera PN Simalungun Parulian Hasibuan SH , Selasa (14/8) di kantornya."Pengadillan sudah memanggil para termohon eksekusi yakni Bagian Boru Nainggolan bersama 18 termohon lainnya untuk diberi peringatan (aanmaning) oleh Ketua pengadilan, panitera dan juru sita untuk hadir pada Rabu (15/8) yang bertujuan agar para termohon dengan kesadaran sendiri mengosongkan lahan terperkara," ucap Hasibuan yang senada dengan juru sita Efendi Purba.

Hal itu diutarakan Hasibuan terkait dengan pemeberitaan SIB berjudul "Puluhan KK di Parmanukan dan Lumban Tonga-tonga Parapat Terancam Kehilangan Tempat Tinggal" terbit Selasa (14/8) di halaman Marsipature hutana be.

Ditambahkan Hasibuan, putusan perkara  perdata No. 45/PDT.G/2016 menyatakan,  gugatan penggugat Sahat Sinaga dkk terhadap tergugat Bagian Boru Nainggolan dkk, dikabulkan untuk sebagian.Menyatakan segala surat di atas tanah terperkara dan untuk dan atas nama tergugat 1 sampai dengan tergugat 28 tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat dengan segala akibat hukumnya. Selanjutnya  memerintahkan tergugat 1 s/d 28 untuk menyerahkan tanah terperkara dalam keadaan  baik dan kosong.

Kemudian di tingkat banding di Pengadilan Tinggi Medan, hakim menguatkan putusan Pengadilan Negeri Simalungun No. 45/PDT.G/2016.Pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung dengan perkara No. 75K/PDT/2018 tanggal 26 Pebruari 2018, menolak permohonan kasasi dan menguatkan putusan PN Simalungun.

Atas kemenangannya, pihak penggugat Sahat Sinaga dkk yang diwakili oleh ahli warisnya Manuala Sinaga mengajukan permohonan eksekusi atas bidang tanah seluas lebih kurang 1,5 hektare di Parmanukan dan Lumban Tongatonga Parapat. Atas permohonan tersebut, pihak PN Simalungun mengundang para termohon eksekusi untuk menghadap Ketua PN Simalungun Rabu (15/8) untuk diberikan peringatan I. (D02/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Anak Didik SMA GKPS 1 Pamatangraya Dapat Sosialisasi Bahaya Narkoba
Mendikbud Minta PPDB Ditiadakan Mulai Tahun Depan
Kemendikbud Siapkan Lulusan SMK Jadi Pengusaha
1.938 Siswa Ikut Dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional
Kunci Sekolah Bermutu Ada Pada Proses Pembelajaran
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU