Home  / 
Kemarau, 150 Ha Tanaman Kol di Silimakuta Terancam Gagal Panen
Rabu, 15 Agustus 2018 | 21:09:26
SIB/Mey Hendika Girsang
KERDIL: Pertumbuhan tanaman kol di Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun tampak kerdil, Selasa (14/8). Hal itu terjadi akibat musim kemarau melanda daerah itu sekitar satu setengah bulan terakhir.
Simalungun (SIB)- Pertumbuhan tanaman kol di Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun tampak kerdil. Menurut petani, hal itu akibat musim kemarau yang melanda daerah itu dalam satu setengah bulan terakhir.

"Itu karena kekurangan kadar air hujan, lantaran dilanda musim kemarau selama satu setengah bulan ini," kata Pak Ruben Girsang di Saribudolok, Selasa (14/8).

Musim itu membuat tanah di perladangan kering dan berdebu akibat terpaan terik matahari yang menyengat disertai hembusan angin kencang, sehingga pertumbuhan tanaman tidak berkembang.

"Sebulan lagi hujan tak turun, tanaman kol yang cocok tanamnya awal bulan Agustus dipastikan gagal panen, karena kekeringan," sebut petani itu.
Ditanya, apa tidak dilakukan penyiraman tanaman agar tidak terjadi gagal panen. "Kadar air hujan dengan air dari rumah itu beda. Kalaupun dilakukan penyiraman menggunakan air dari rumah, tidak efektif untuk pertumbuhan tanaman," kata petani itu.

Demikian juga dikatakan petani lainnya di antaranya Inang Pendi boru Naibaho dan Rosen Purba. Menurut mereka, selain pertumbuhan tanaman kerdil, musim kemarau ini juga meningkatkan serangan hama kutu daun.

Pantauan wartawan, tanaman kol petani di ladang terlihat tidak berkembang. Daunnya berlubang-lubang akibat serangan hama kutu daun. Tanaman kol yang ditanam dua minggu lalu, ada yang sudah gugur. Diperkirakan, 150 hektare tanaman kol terancam gagal panen karena musim kemarau itu. (D06/h)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU