Home  / 
Komisi V DPR RI Kunjungi TKP Tenggelamnya KM Sinar Bangun
Kamis, 12 Juli 2018 | 21:49:19
SIB/Revado Marpaung
TINJAU: Komisi V DPR RI Sahat Silaban berbincang-bincang di Pelabuhan Tigaras Kabupaten Simalungun usai meninjau TKP tenggelamnya KM Sinar Bangun, Rabu (11/7).
Tigaras (SIB)- Rombongan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengunjungi Pelabuhan Tigaras, untuk membahas terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun pada 18 Juli 2018 di Perairan Danau Toba Tigaras.

Anggota DPR RI Wakil Rakyat Sumut II Sahat Silaban ketika diwawancarai SIB, Rabu (11/7) di Pelabuhan Tigaras mengatakan, pihaknya bersama rombongan datang ke lokasi untuk membahas apa sebenarnya masalah yang terjadi, sehingga KM Sinar Bangun tenggelam. Selaku Komisi V DPR RI yang bermitra dengan Dinas Perhubungan, BMKG, Basarnas, tentu pihaknya harus lebih mengetahui lebih jelas, kata Sahat.

Sahat menuturkan, pasca musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun, menyerahkan kepada Kementerian Perhubungan melalui Dinas Provinsi agar setiap penumpang atau angkutan barang untuk kapal kayu ini jangan melebihi kapasitas. Biarlah kapasitas itu melalui SOP. "Jangan terus dikelola oleh preman, kan nanti keluarga-keluarga kita juga yang jadi korban, lebih bagus ongkosnya dinaikin, dari pada muatannya berlebihan kita juga yang jadi korban," kata Sahat.

Menurutnya, pemerintah kurang siap dalam mengelola perhubungan ini, khususnya kawasan yang berada di Danau Toba. "Karena saya lihat ini murni kelalaian orang, apakah itu yang punya kapal, pejabat daerah, pejabat pusat, itu jelas kelalaian orang, bukan karena mitos atau karena ombak meninggi, saya yakin tidak," tegasnya.

Jadi harapannya selaku Komisi V DPR RI, Pemerintah harus bersungguh-sungguh menjadikan Danau Toba ini sebagai destinasi pariwisata. Tentu dengan cara memperbaiki dan harus ada minimal seperti Syahbandar, galangan kapal. Serta masyarakat yang berada di kawasan Danau Toba ini mau diarahkan untuk memperbaiki dan memajukan daerah ini, sebutnya.

Sahat berharap dengan kejadian ini, pihakya berharap tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Danau Toba ini. "Jangan karena musibah ini, para wisatawan lokal dan mancanegara jadi takut," tuturnya.

Kunjungan Komisi V DPR RI turut dihadiri para anggota DPR yakni Anton Sihombing beserta rombongan dan Wakil Kepala Basarnas Budiawan.

JANJI BANTU ANGGARAN
Sementara itu, Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga menyambut kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Kabupaten Samosir di Pelabuhan Simanindo, Rabu (11/7).
Kunjungan Komisi V DPR RI tersebut dipimpin Capt Anton Sihombing, bersama anggota Komisi V lainnya Jhoni Allen Marbun, Sahat Silaban, H Fernandez, Gatot Sudjito, Ade Rezki Pratama, Subarna, Intan Fitriana, NE Marhamah, Nurhasar Zaidi, Suhartono dan didampingi Dirjen Hubdat Kemenhub dan Basarnas. 
Anton Sihombing mengatakan, kunjungan mereka untuk meningkatkan standar pelayanan dan keselamatan pelayaran di Danau Toba. Dia berjanji membantu anggarannya di APBN agar standar pelayaran di Danau Toba dapat ditingkatkan demi keselamatan.

Sealin itu, Anton meminta Pemda di kawasan Danau Toba mengevaluasi semua kapal yang ada. Pengelolaan pelayaran juga harus profesional serta keberadaan pelabuhan harus terisolasi dari pihak yang tidak berkepentingan.

Jhoni Allen Marbun menambahkan, penanganan keselamatan pelayaran perlu mengikutsertakan peran raja-raja bius dan tokoh adat untuk meminta saran dan masukan.

Sementara itu, Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga meminta Komisi V menambah anggaran untuk alat-alat keselamatan pelayaran sesuai SOP. Juang juga berharap anggota Komisi V DPR RI mendorong Kementerian Perhubungan menambah personel/SDM untuk operator dan Syahbandar di seluruh pelabuhan di Danau Toba.

Seusai kunjungan kerja di Pelabuhan Simanindo, para anggota dewan melanjutkan kunjungan ke Pelabuhan Tomok di Kecamatan Simanindo. (D14/H04/h)




Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pikirkan Sejenak, Apakah Kita Sudah "Dikendalikan" oleh Smartphone?
Said Aqil: Pelaku Bom Bunuh Diri Buang Saja ke Laut
Kekurangan Penduduk, Kota di Jepang Kesulitan Cari Ninja
Gempa 5,5 SR di Padang, 1 Warga Tewas
Ada 1.000 Triliun Ton Berlian Tersembunyi di Bawah Bumi
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU