Home  / 
Warga Aniaya Wasda Nainggolan dan Rusak 2 Rumah di Nagori Siatasan
Kamis, 12 Juli 2018 | 21:47:11
SIB/Linggom Parhusip
CEK TKP: Petugas Polsek Dolok Panribuan mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait penganiayaan korban dan perusakan 2 rumah di Nagori Siatasan Kecamatan Dolok Panribuan Simalungun, Rabu (11/7).
Tiga Dolok (SIB)- Wasda Nainggolan (27) warga Jalan Tiram Tanjung Priok Jakarta Utara yang baru seminggu tinggal di rumah bibinya, Mery Nainggolan di Dusun Siatasan Nagori (desa) Siatasan Kecamatan Dolok Panribuan Simalungun dianiaya warga, Rabu (10/7) dini hari.

Informasi yang dihimpun dari Kasi Humas Polsek Dolok Panribuan, Aiptu D Marbun kepada SIB menerangkan, Wasda yang baru seminggu tinggal bersama bibinya didatangi warga setempat dan menganiaya korban hingga babak belur, karena diduga memelihara begu ganjang (hantu) serta merusak rumah milik bibinya Mery dan rumah saudara mereka D Sidabutar.

Marbun menjelaskan, kejadian berawal saat Gamot (Kepala) Dusun Siatasan JS mendatangi rumah Mery dan menanyakan identitas korban dan apa hubungan kepada si pemilik rumah dan JS menyampaikan kepada korban bahwa si pemilik rumah memelihara begu ganjang kemudian meninggalkan korban.

Dilanjutkan Marbun, sekira pukul 03.00 WIB warga beramai-ramai mendatangi rumah Mery untuk mengajak korban serta bibinya ke salah satu warung untuk membicarakan isu pemeliharaan begu ganjang.

Setelah pembicaraan selesai, korban bersama bibinya kembali pulang ke rumah. Sesampai di rumah, warga kembali mendatangi rumah hingga menyeret dan memukuli korban hingga babak belur serta merusak 2 rumah dan 2 unit sepeda motor serta seluruh perabot rumah.

Dikatakan Marbun, saat ini pihaknya sudah mengamankan korban di Polsek Dolok Panribuan dan masih melakukan penyelidikan. (D13/q)



Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
#2019KitaTetapBersaudara, Pilihan Boleh Beda Persatuan Indonesia yang Paling Utama
Mahir Melukis, Narapidana Bebas dari Penjara
Kakek 83 Tahun Lawan Perampok Bersenjata
Pegawai Supermarket Dipecat Gara-gara Jual 15.000 Apel
Gara-gara Badai Florence, 3,4 Juta Ayam dan 5.500 Babi Mati
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU