Home  / 
Dihadiri 500 Utusan se-Indonesia
Kemenag RI Rekomendir Synode Kerja ke-41 Gereja Pentakosta di Pematangsiantar
Rabu, 11 Juli 2018 | 20:51:41
Medan (SIB)- Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) merekomendir pelaksanaan Synode Kerja ke-41 Gereja Pentakosta yang diagendakan dibuka hari ini, Rabu (11/7), oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kemenag RI. Agenda tersebut dijadwalkan setelah Plh Direktur Urusan Agama Kristen Suriana Sitompul merekomendir pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di Jalan Lingga No 24A Pematangsiantar.

Ketua Panitia Synode Kerja ke-41 Gereja Pentakosta (GP) St Drs Tua Abel Sirait di Medan, Selasa (10/7) mengatakan, kegiatan dihadiri sekira 500-an utusan GP se-Indonesia. "Sesuai rekomendasi yang diterima panitia, kegiatan dimulai, Selasa (10/7) dengan agenda registerasi. Sesuai registerasi di panitia di Pematangsiantar, sudah 300-an utusan dari ragam daerah tiba di lokasi. Sisanya sedang OTW," ujarnya di tengah menyambut tetamu di Bandara Kualanamu Internasional Deliserdang.

Menurutnya, rekomendasi yang dikeluarkan Kemenag RI bernomor B.633/Dj.IV.1/BA-05/07/2018 hal Rekomendasi Kegiatan Synode Kerja ke-41 Gereja Pentakosta yang menjadi dasar meminta izin ke Mabes Polri, yang seterusnya beroleh pemberitahuan pelaksanaan. "Bagi panitia, rekomendasi itu sangat penting untuk memastikan, kegiatan bersifat nasional dilaksanakan di Pematangsiantar Jalan Lingga No 24A Pematangsiantar," ujarnya sambil menyerahkan sejumlah rekomendasi yang diterima, mulai dari tingkat Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumut hingga nasional.

Selain registerasi kehadiran, ujarnya, di lokasi diadakan lobi-lobi religi termasuk kebaktian. "Saya pastikan, ada kebijakan strategis yang diambil GP. Mulai dari hal-hal religi seperti penyeragaman kebaktian dan kidung rohani, hingga keputusan yang inheren dengan kebijakan Pemerintah Pusat," tegas Tua Abel Sirait.

Di tempat berbeda, Dewan Pertimbangan Gereja Pentakosta Pbs RD Siburian SE berterima kasih karena para pekerjaNya di lingkungan GP mengindahkan harapannya agar kegiatan-kegiatan gerejawi GP yang bersifat nasional dipusatkan di Pematangsiantar. Lanjutnya, bahwa GP yang dilahirkan Pdt Ev Lukas Siburian (alm) telah membumi secara nasional, hingga beberapa lokasi di luar Indonesia, tapi tetap tak tercerabut dari akar budaya. "GP bukan eksklusif Batak, tapi dalam perkembangannya, ingin tak berjarak sedikit pun dengan warga Tapanuli," ujar mantan bankir di Sumut tersebut. "Dengan dipusatkan di kota kelahirannya, maka para pekerja di ladangNya yang tersebar secara nasional memahami kultur religi GP."

Pbs RD Siburian mengatakan, pendiri GP mencanangkan GP taat asas. "Terima kasih juga karena panitia mengikuti semua apa yang digariskan Pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan," sebutnya.

12 Daerah
Di lokasi kegiatan, Selasa (10/7), pimpinan dari 12 daerah GP melakukan pertemuan informal untuk menggodok materi bahasan. "Ada sejumlah poin krusial yang dibahas untuk mengambil langkah setahun ke depan," papar Sekretaris Umum Panitia Synode Kerja ke-41 Pbs Poltak Tampubolon SH.

Menurutnya, untuk pelayanan tersebut dilibatkan siswa SOM angkatan ke-3 untuk maksud menambah kualitas pelayanan. "Sejumlah pekerja GP di luar non-pendeta pun terlibat," tutup Hamonangan Sinaga. (R10/h)




Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Di Tengah Spekulasi Berdamai, Artis Terkemuka Dunia Bela Brad Pitt dalam Perebutan Anak dengan Angelina Jolie
Joshua Siahaan dan Reza Azhari Ukir Prestasi dengan Lagu dan Puisi
Sule Lajang Lagi Pasca Digugat Cerai Sebab Orang Ketiga
Senat AS Setujui UU Royalti untuk Lagu yang Diciptakan Sebelum Tahun 1972
Menag Nilai Agama Modal Indonesia Rajut Persatuan
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU