Home  / 
Tuntut Keadilan, Seorang IRT Minta Suaminya yang Menikah Lagi Ditahan
Jumat, 6 Juli 2018 | 19:17:53
SIB/Dok
BERI KETERANGAN : Mariana Dewi Cartika Gultom dan anaknya, didampingi kuasa hukum, Meli Gultom dan OKK DPP Persada Raja Sonang, Atan Gantar Gultom, memberi keterangan pers terkait laporannya ke Polsek Pahae Jae, Kamis (5/7), di Medan.
Medan (SIB) -Mariana Dewi Cartika Gultom (32), seorang ibu rumah tangga warga Lingkungan Sukadamai Kelurahan Panggung Rawi, Kecamatan Jombang Kota Cilegon, Provinsi Banten, mengadukan suaminya IGS ke Polsek Pahae Jae, Tapanuli Utara.

Ibu beranak satu ini meminta Kapolsek Pahae Jae segera memproses pengaduannya, dan menahan suaminya yang telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),  serta diduga telah menikah lagi (kawin halangan).

Hal itu diungkapkan Mariana, didampingi pengacaranya Meli Hartati Gultom dan OKK DPP Persada Raja Sonang Sedunia Atan Gantar Gultom, Kamis (5/7), di Medan.

Mariana mengaku selama perkawinannya dirinya kerap mengalami KDRT dan jarang diberi nafkah. "Terakhir dia (suamiku) memberi nafkah tahun 2015 sebesar Rp 500 ribu. Itu pun setelah kuminta untuk biaya aku berobat," kata Mariana yang menyebutkan suaminya pergi meninggalkannya akhir 2013. Namun dia pernah datang untuk mengambil anaknya, tapi gagal.

Mariana menyebutkan dasar melaporkan suaminya ke Polsek Pahae Jae, karena  diduga telah menikah lagi dengan seorang janda di desanya.

"Saya adalah istri sah. Kami menikah di HKBP Pangalon Pahae Jae tahun 2010. Dan perkawinan kami telah didaftarkan di kantor Catatan Sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tapanuli Utara dengan Kutipan Akta Perkawinan No.06/12/CSK/U/III/HKBP/2010. Dalam adat dan agama kami tidak ada suami menikah dua kali. Oleh karenanya, dalam pengaduan saya disebutkan suami saya telah melakukan kawin halangan pada Selasa 19 Juni 2018, dan saya membuat laporan pengaduan pada 25 Juni 2018," jelas Mariana.

Mariana menyatakan tuntutannya agar pernikahan suaminya segera dibatalkan. Dia juga menuntut ganti rugi atas KDRT yang dialaminya, serta menafkahi anak laki-lakinya yang selama ini tidak pernah dibiayainya.

Kuasa hukumnya, Meli Hartati Gultom mengatakan telah menyomasi IGS sebanyak dua kali. "Saya juga sudah melakukan mediasai kedua belah pihak, tapi tidak ada respon sama sekali. Makanya kami mengadukan persoalan ini ke Polsek Pahae Jae dan DPP Persada Raja Sonang Sedunia," kata Meli.

Atan Gantar Gultom mengatakan, untuk masalah ini keluarga besar Raja Sonang Sedunia akan mengadakan aksi di Mapolda Sumut agar persoalan tersebut dituntaskan dan menangkap IGS karena telah melakukan kawin halangan, padahal masih memiliki istri sah.

"DPP Persada yang diwakili OKK mengharapkan persoalan yang menimpa Mariana mendapat tanggapan serius dari pihak kepolisian dan menjadi contoh agar tidak terulang/menimpa kaum perempuan/istri lainnya yang suaminya menikah lagi," tegas Atan. (R19/l)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Culinary Festival 2018 APP Darma Agung Gali Resep Nusantara
Robby Barus: Polisi Harus Pantau Pergerakan Kelompok Hindari Pergesekan
Tegas Tapi Tetap Humanis
KPU Temukan Eks Napi Korupsi Nyaleg di NTB dan Sumut
Pikirkan Sejenak, Apakah Kita Sudah "Dikendalikan" oleh Smartphone?
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU