Home  / 
Jalan Rusak dan Tergenang Air, Anak-anak Buka Sepatu ke Sekolah Samperaya Karo
* Belajar Menggunakan Lampu Teplok di Cerumbu
Rabu, 23 Mei 2018 | 21:47:11
SIB/Theopilus Sinulaki
BUKA SEPATU: Anak Sekolah Dasar Samperaya Desa Kuta Mbelin Kecamatan Lau Baleng Kabupaten Karo harus membuka sepatu ketika berjalan hendak pulang dan pergi sekolah karena jalan rusak dan tergenang air.
Tanah Karo (SIB) -Setiap musim penghujan, jalan ke Sekolah Dasar Samperaya di Dusun Samperaya Tanah Karo tergenang air, sehingga anak-anak sekolah harus membuka sepatu ketika mereka pergi dan pulang sekolah.

"Kejadian ini kerap terjadi apabila musim penghujan," kata Junaidi Sinulaki (39) warga Kuta Mbelin kepada SIB, Selasa (22/5) melalui telepon selulernya.

Menurutnya, warga Dusun Samperaya yang dihuni 30 kepala keluarga juga mengalami nasib yang sama. Setiap hari harus berpetualang dengan kondisi jalan rusak sepanjang 400 meter ke Kuta Mbelin. Sementara jalan ke Samperaya tersebut, selain jalan antar desa, juga termasuk jalan sentra pertanian yang luasnya mencapai ratusan hektar, yakni jalan sentra pertanian ke perjumaan Mbal-mbal Terango, Lau Peras, Rambah Galoh dan perjuma Deleng yang semuanya merupakan perkebunan jeruk.

"Kasihan anak-anak kita yang ke sekolah harus berjalan melintasi kubangan, bahkan pada saat musim panen buah jeruk, petani juga sangat mengeluhkan kondisi jalan yang rusak sehingga berpengaruh terhadap ongkos angkutan," katanya.

Selain itu, kondisi jalan Kuta Bangun-Kuta Mbelin sepanjang 22 Km sangat memprihatinkan, kondisinya juga terlihat rusak berat dan perlu menjadi perhatian serius. Karena wilayah tersebut yang lajim juga disebut Liang Melas atau daerah kerajaan Samperaya dulu, memiliki potensi pertanian yang luar biasa. Selain salah satu daerah penghasil jeruk, dulu juga dikenal dengan daerah penghasil tembakau dan cabe. Namun saat ini, infrastruktur jalan membuat perekonomian warga daerah tersebut merosot. Pasalnya, akibat kondisi jalan  rusak berat, biaya angkutan pun cukup tinggi. "Pada saat hujan, transportasi umum antar lintas desa yang digunakan adalah hardtop gerdang dua," jelasnya.   

Belum Ada Penerangan Listrik
Secara terpisah disampaikan bapak Serasi Sembiring (71) warga Dusun Cerumbu Desa Kuta Pengkih Kecamatan Mardingding Kabupaten Karo kepada SIB, Senin (21/5) di Perbulan, bahwa pemukiman warga Dusun Cerumbu hingga saat ini belum mendapat aliran listrik milik PLN. Dengan demikian, warga harus menggunakan lampu teplok untuk penerangan di rumah mereka. "Bahkan keadaan ini sudah menjadi persoalan bagi anak-anak dalam belajar, bayangkan dengan penerangan seadanya mereka harus belajar dan mengerjakan tugas. Belum lagi kondisi jalan yang belum tersentuh pembangunan, hampir setiap hari anak-anak harus berjalan sepanjang 5 Km untuk mencari ilmu ke sekolah," ungkapnya.

Diharapkan agar menjadi perhatian Pemkab Karo, perbaikan jalan sangat dibutuhkan. (B01/h)

Akses berita terbaru versi mobile di: m.HarianSIB.co
BERITA TERKAIT:
Pemerkosa Turis Prancis di Labuan Bajo Terancam 12 Tahun Penjara
Golok Menancap di Dada, Dadan Tewas Diduga Dibunuh
Saat Silaturahmi, Pencuri di Rumah Kosong Dibekuk
2 Penjahat Jalanan Babak Belur Dimassa di Medan Labuhan
Polisi Tangkap 3 Tersangka Jaringan Narkoba
KOMENTAR PEMBACA:


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!
BERITA TERBARU